TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, secara resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XI dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan V Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bengkulu, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pendidikan dan pembentukan kompetensi aparatur, yang berlangsung selama beberapa bulan dan melibatkan puluhan peserta dari berbagai OPD.
Plt Kepala BPSDM Provinsi Bengkulu, Aswandi, dalam laporan resminya memaparkan hasil penilaian serta capaian peserta. Pada PKA, dari total 37 peserta, sebanyak 10 orang dinyatakan meraih kualifikasi nilai Sangat Memuaskan dan 27 peserta lainnya dikategorikan Memuaskan. Sementara itu, pada PKP, tiga peserta berhasil mencapai predikat Sangat Memuaskan dan 30 peserta lainnya memperoleh nilai Memuaskan. Dengan demikian, seluruh peserta dinyatakan lulus seratus persen sesuai hasil evaluasi tim penilai yang kemudian direkap dan disahkan oleh panitia pelatihan.
“PKA dan PKP dinyatakan lulus 100 persen. Semua ini berdasarkan mekanisme penilaian resmi dan proses evaluasi yang dilakukan oleh tim pelatih,” tegas Aswandi saat menyampaikan laporan.
Selanjutnya, dalam arahannya, Pj Sekda Bengkulu, Herwan Antoni, menegaskan bahwa kelulusan bukan hanya sebatas penerimaan sertifikat, namun harus diikuti dengan penerapan sikap profesionalisme dan keteladanan dalam menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia mengingatkan bahwa nilai kedisiplinan, etika kerja, serta integritas yang ditanamkan selama pelatihan harus dibawa dalam praktik pelayanan publik.
“Alhamdulillah seluruh peserta lulus dengan prestasi yang baik. Namun lebih dari sekadar nilai, hasil diklat ini harus tercermin dalam kinerja. Disiplin waktu di pelatihan, harus sama kuatnya saat bertugas. Begitu pula dengan kerapian pakaian dan perilaku, jangan hanya berlaku di ruang pelatihan tetapi juga melekat dalam keseharian sebagai ASN,” ujar Herwan.
Ia juga menekankan bahwa integritas merupakan pilar utama yang harus dijaga oleh setiap aparatur negara. Menurutnya, ASN memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan adil, transparan, dan tanpa penyimpangan.
“Berintegritas itu berarti mampu mempertahankan prinsip yang benar meskipun ada godaan atau tekanan. ASN dituntut untuk tidak mudah terpengaruh dan tidak melakukan hal-hal yang menyimpang. Semua tindak tanduk kita harus mengarah pada semangat melayani, sesuai prinsip BANTU RAKYAT. Tugas kita adalah mempermudah urusan masyarakat, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Sebagai tanda berakhirnya rangkaian pelatihan, Pj Sekda secara simbolis melepaskan nametag peserta perwakilan dari PKA dan PKP. Momen ini menjadi penanda bahwa para peserta resmi kembali ke instansi masing-masing dengan membawa ilmu, pengalaman, dan tanggung jawab baru sebagai pelayan publik. Acara diakhiri dengan pembacaan hamdalah sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh proses pelaksanaan pelatihan kepemimpinan tersebut.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra