TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kaur berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diadakan secara rutin setiap minggu oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui platform Zoom. Rapat kali ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait, antara lain Kadis Sosial Ramadhanizar, SE., MM, Dinas Pertanian Rahmad Fajar, Kepala BPS Kaur Rudi Setiawan, S.ST, dan Kabid BPKAD Poerwanto.
Pembukaan rapat dilakukan oleh Irjen Kemendagri Tomsi Tohir dengan menyajikan data mengenai kondisi inflasi di seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia. Dalam presentasinya, disebutkan bahwa Minahasa Selatan merupakan daerah dengan tingkat inflasi tertinggi, mencapai 6,06.
Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan tinjauan mengenai inflasi pada bulan Februari 2024. Data menunjukkan bahwa sektor makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan harga sebesar 1%, berkontribusi sebesar 0,29% terhadap inflasi secara keseluruhan.
"Beberapa komoditas utama yang menjadi penyumbang inflasi terbesar pada bulan Februari 2024 antara lain beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng," ungkap Amalia.
Lebih lanjut, Amalia juga menyampaikan bahwa inflasi beras pada bulan Februari 2024 mencapai 5,32%. Meskipun demikian, situasi inflasi beras mulai terkendali dengan adanya masa panen di beberapa sentra produksi. Pada minggu pertama bulan Maret, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras mengalami penurunan.
Mengomentari hal ini, Kadiv POPP Epi Sulandari menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Perum Bulog dalam menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang cukup dan tersebar di seluruh Indonesia.
"Kami menyebar stok beras ke seluruh gudang di Indonesia sesuai kebutuhan, baik untuk bantuan pangan maupun untuk menjaga stabilitas harga," jelas Kadiv POPP.
Selain itu, Kadiv POPP juga mengumumkan bahwa Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan Pemerintah Daerah akan meluncurkan kembali program Gerakan Pangan Murah (GPM) serta akan membangun kios-kios pantau dan penyeimbang di pasar-pasar tradisional. Program ini bertujuan untuk memastikan harga-harga yang ditawarkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Pewarta : Ridwan
Editing : Adi Saputra