Skip to main content

Rest Area Tol Bengkulu–Taba Penanjung Masih Sepi, Hutama Karya Ajak UMKM Isi Peluang Usaha

PT Hutama Karya membuka peluang besar bagi UMKM untuk mengisi tenant di rest area Tol Bengkulu–Taba Penanjung yang masih minim penghuni. Sewa terjangkau jadi daya tarik utama.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – PT Hutama Karya (Persero) terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas rest area di ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung (Bengtaba). Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengisi tenant yang hingga kini masih banyak kosong.

Minimnya tingkat hunian tenant menjadi perhatian serius pengelola. Dari total 34 unit yang tersedia di rest area KM 5 jalur A dan B, saat ini baru tiga unit yang terisi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi di kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala Regional Sumbagsel Divisi Operasi dan Pemeliharaan Hutama Karya, Arief Yeri Krisnanto, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja memberikan kemudahan bagi pelaku usaha lokal agar tertarik bergabung. Salah satu strategi yang diterapkan adalah menawarkan harga sewa yang relatif ringan.

Menurutnya, biaya sewa tenant di rest area tersebut dipatok sekitar Rp900 ribu per bulan. Tarif ini dinilai cukup kompetitif dan terjangkau, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar tanpa harus mengeluarkan modal besar.

“Kesempatan ini terbuka lebar bagi pelaku usaha lokal. Kami berharap semakin banyak UMKM yang bergabung sehingga rest area menjadi lebih hidup dan memberikan nilai tambah,” ujarnya dalam kegiatan media gathering, Sabtu (18/4).

Di sisi lain, Hutama Karya mencatat bahwa volume kendaraan yang melintasi Tol Bengkulu–Taba Penanjung menunjukkan tren peningkatan. Puncak lalu lintas terjadi pada 24 Maret lalu dengan jumlah kendaraan mencapai 5.893 unit dalam sehari. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, peningkatan jumlah kendaraan tersebut belum berdampak signifikan terhadap kunjungan ke rest area. Saat ini, rata-rata kendaraan yang singgah hanya berkisar 70 unit per hari. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengelola untuk meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.

Arief menilai bahwa kehadiran lebih banyak pelaku UMKM dapat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan minat pengguna jalan untuk berhenti. Variasi produk, kuliner, serta layanan yang ditawarkan diyakini mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi para pengendara.

“Jika tenant semakin beragam dan menarik, tentu pengguna jalan akan lebih tertarik untuk singgah. Ini yang sedang kami dorong,” tambahnya.

Ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung sendiri memiliki panjang sekitar 17 kilometer dan merupakan bagian dari proyek strategis Jalan Tol Trans Sumatera. Kehadiran tol ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bengkulu.

Sebagai bagian dari upaya promosi dan sosialisasi, Hutama Karya juga menggelar kegiatan media gathering yang melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyebarluaskan informasi sekaligus mengajak masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar memanfaatkan peluang yang tersedia.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Hutama Karya optimistis rest area Tol Bengtaba dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi baru. Tidak hanya sekadar tempat beristirahat, kawasan ini diharapkan mampu menjadi wadah pemberdayaan UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.


Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra