Skip to main content

Refleksi 1 Tahun Dedy–Ronny: Bengkulu Makin Maju dan Tertata

Refleksi 1 Tahun Dedy–Ronny: Bengkulu Makin Maju dan Tertata

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<>>>> Genap satu tahun kepemimpinan Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny P.L. Tobing, tepat pada 20 Februari 2026, menjadi momentum refleksi perjalanan pemerintahan yang dimulai setahun lalu. Keduanya resmi dilantik pada 20 Februari 2025 dalam prosesi kenegaraan di Istana Merdeka, sebuah peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya sebanyak 961 kepala daerah dan wakil kepala daerah dilantik serentak oleh Presiden Prabowo Subianto. Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah mengikuti agenda pembekalan di Akademi Militer Magelang sebagai bagian dari penguatan komitmen kepemimpinan.

Sejak awal, duet Dedy–Ronny mengusung visi “Kota Bengkulu Semakin Maju, Religius, dan Bahagia.” Target tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah kebijakan yang langsung diterjemahkan dalam program nyata, terutama pada 100 hari pertama kerja. Penataan kawasan kota, pembenahan infrastruktur, serta penguatan sektor pariwisata menjadi langkah awal yang digencarkan untuk mengubah wajah ibu kota Provinsi Bengkulu agar lebih tertata, bersih, dan kompetitif dibandingkan daerah lain.

Dalam satu tahun terakhir, sejumlah terobosan terlihat signifikan. Pemerintah kota berupaya menghadirkan ruang publik representatif yang dapat menjadi kebanggaan warga. Salah satunya adalah pembangunan Belungguk Point di kawasan Jalan S. Parman. Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, proyek ini tetap terealisasi dan kini menjelma menjadi titik kumpul masyarakat sekaligus ikon baru yang ramai diperbincangkan, baik oleh warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Kehadiran ruang terbuka yang tertata rapi memberi warna baru bagi wajah kota sekaligus mendorong aktivitas ekonomi kreatif.

Tak hanya itu, sektor pariwisata juga mendapat perhatian serius. Pemerintah kota melakukan pembenahan di sejumlah destinasi unggulan seperti kawasan Pantai Panjang dan Pantai Jakat. Penataan pedagang, peningkatan kebersihan, serta penyediaan fasilitas pendukung dilakukan agar kawasan wisata lebih nyaman, aman, dan menarik. Berbagai agenda dan event digelar untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Harapannya, geliat pariwisata mampu memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor informal.

Revitalisasi pasar tradisional menjadi langkah strategis berikutnya. Sejumlah pasar seperti PTM Pasar Minggu, Pasar Panorama, dan Pasar Baru Koto masuk dalam agenda pembenahan. Pemerintah menilai pasar bukan hanya tempat transaksi jual beli, melainkan denyut nadi ekonomi rakyat. Perubahan paling nyata terlihat di Pasar Baru Koto yang kini tampil lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Lingkungan yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah maraknya pusat perbelanjaan modern.

Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan, jembatan, dan sistem drainase terus dilakukan di berbagai titik. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak kini mulus dan memudahkan mobilitas warga. Bahkan, di beberapa lokasi masyarakat secara swadaya menggelar syukuran sebagai bentuk apresiasi atas selesainya pembangunan. Perbaikan drainase juga menjadi perhatian guna meminimalisasi genangan air saat musim hujan.

Penataan estetika kota tak luput dari sentuhan pembaruan. Bundaran Fatmawati, Bundaran Simpang Sekip, serta beberapa tugu Tabot dipercantik dengan pencahayaan yang lebih modern dan tata lanskap yang rapi. Langkah ini dinilai penting karena Kota Bengkulu merupakan gerbang utama provinsi, sehingga wajah kota mencerminkan citra daerah secara keseluruhan.

Meski berbagai capaian telah diraih, tantangan ke depan masih besar. Pemerintah kota menyadari bahwa pembangunan fisik hanyalah salah satu aspek kemajuan. Peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tujuan utama. Karena itu, dukungan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar program yang dirancang dapat berjalan optimal dan memberi manfaat luas.

Kritik dan perbedaan pandangan selama satu tahun pemerintahan menjadi dinamika yang tak terhindarkan. Namun, hal tersebut justru dipandang sebagai energi untuk terus berbenah. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk bekerja lebih baik, membuka ruang dialog, serta memastikan setiap kebijakan berpihak pada kepentingan publik.

Ke depan, selain melanjutkan penataan infrastruktur dan kawasan kota, fokus juga diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Reformasi birokrasi, digitalisasi layanan, serta peningkatan kapasitas aparatur menjadi agenda penting agar masyarakat memperoleh pelayanan cepat, transparan, dan akuntabel. Di sisi lain, pembangunan sumber daya manusia juga diperkuat melalui dukungan terhadap pendidikan, pelatihan, dan kegiatan keagamaan demi mewujudkan kota yang religius dan harmonis.

Satu tahun pertama kepemimpinan Dedy–Ronny dapat dikatakan sebagai fondasi awal perubahan. Transformasi wajah kota mulai terlihat, denyut ekonomi menunjukkan pergerakan, dan semangat optimisme terus tumbuh. Namun perjalanan masih panjang. Empat tahun ke depan akan menjadi periode pembuktian lanjutan untuk memastikan bahwa visi “Semakin Maju, Religius, dan Bahagia” benar-benar terwujud dan dirasakan seluruh warga Kota Bengkulu.(**)