TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bengkulu I Kota Bengkulu, Hj. Sri Astuti, S.Pd.SD, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPC PKS Kota Bengkulu tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang selama ini belum terealisasi.
Reses dimanfaatkan warga dari berbagai wilayah di Kota Bengkulu untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga pelaksanaan program pemerintah.
Salah satu aspirasi datang dari Hamidin, warga Kelurahan Teluk Sepang. Ia mengungkapkan kondisi jalan di wilayahnya yang hingga kini belum mendapatkan perhatian pemerintah, meski telah berkali-kali diusulkan.
Menurutnya, akses jalan yang rusak telah menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun karena menghambat aktivitas sehari-hari, terutama saat musim hujan. Warga berharap adanya percepatan pembangunan agar mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan aman.
"Kami sangat berharap Ibu Sri Astuti dapat memperjuangkan aspirasi ini di DPRD Provinsi Bengkulu sehingga pembangunan jalan di Teluk Sepang bisa segera direalisasikan," ujarnya.
Selain persoalan jalan, Hamidin juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ia menyebut sejumlah sekolah dasar di Teluk Sepang hingga saat ini belum menerima manfaat program tersebut.
Menurutnya, masyarakat mempertanyakan mengapa sekolah-sekolah di daerah mereka belum masuk dalam daftar penerima program, padahal kebijakan tersebut telah berjalan di sejumlah daerah lain.
"Kami berharap anak-anak di Teluk Sepang juga bisa segera menikmati Program MBG sebagaimana sekolah lainnya. Ini menjadi harapan besar bagi para orang tua," katanya.
Aspirasi lain disampaikan Desi (50), warga Kelurahan Tanah Patah. Ia meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap sistem drainase di kawasan pertanian sayur yang berada di lingkungan tempat tinggalnya.
Ia menjelaskan, setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, saluran air yang ada tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan genangan bahkan banjir yang merendam lahan pertanian warga.
Menurut Desi, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada hasil pertanian yang menjadi sumber penghasilan warga.
"Kami berharap drainase di kawasan Tanah Patah dapat diperbaiki sehingga air bisa mengalir dengan baik dan tidak lagi menyebabkan banjir setiap musim hujan," ungkapnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hj. Sri Astuti, S.Pd.SD menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses. Ia menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan diperjuangkan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sri Astuti mengatakan reses merupakan kewajiban anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus mengetahui persoalan riil yang terjadi di lapangan.
Menurutnya, berbagai usulan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pelayanan pendidikan, hingga program pemerintah akan dibahas bersama pemerintah daerah melalui pembahasan di DPRD Provinsi Bengkulu.
"Kami hadir untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang masuk akan kami inventarisasi dan diperjuangkan sesuai kewenangan serta skala prioritas pembangunan daerah," tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan agar program pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Sri Astuti berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan DPRD Provinsi Bengkulu dapat terus terjalin sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kota Bengkulu.
Melalui kegiatan reses tersebut, diharapkan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, mulai dari pembangunan jalan di Teluk Sepang, pemerataan Program Makan Bergizi Gratis, hingga penanganan drainase di kawasan Tanah Patah, dapat segera ditindaklanjuti melalui program pembangunan daerah pada tahun anggaran berikutnya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra