Skip to main content

Ronny Tobing Sebut Belungguk Point sebagai Malioboro-nya Bengkulu

Ronny Tobing Sebut Belungguk Point sebagai Malioboro-nya Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>>  Malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Kota Bengkulu diwarnai suasana yang sederhana namun sarat makna. Alih-alih merayakan dengan pesta besar dan kembang api berlebihan, Pemerintah Kota Bengkulu bersama masyarakat memilih mengisi momen tersebut dengan refleksi, doa, dan kebersamaan di ruang publik Belungguk Point.

Usai mengikuti refleksi akhir tahun di Masjid Akbar At-Taqwa, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi hadir langsung di kawasan Belungguk Point yang dipadati warga. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Belungguk Point dibangun sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurut Dedy, pergantian tahun bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan selama satu tahun ke belakang. Ia mengajak masyarakat menjadikan tahun 2026 sebagai kesempatan untuk menuntaskan berbagai pekerjaan rumah yang belum terselesaikan di tahun sebelumnya.

“Malam ini kita lalui dengan penuh kekhusyukan. Kita merenung apa saja PR yang belum selesai di 2025 dan berkomitmen menuntaskannya di 2026. Saya ingin anak-anak muda Bengkulu bangga memiliki Belungguk Point sebagai ruang berekspresi,” ujar Dedy di hadapan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat.

Dedy menambahkan, kehadiran Belungguk Point bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga simbol perubahan wajah Kota Bengkulu menuju kota yang lebih ramah, kreatif, dan berdaya saing. Ia berharap kawasan tersebut dirawat bersama dan dimanfaatkan secara positif oleh masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing menyebut Belungguk Point sebagai “Malioboro”-nya Bengkulu. Ia menilai kawasan tersebut telah menjadi ikon baru yang mampu menghadirkan suasana hidup, kreatif, dan penuh interaksi sosial, seperti yang selama ini dikenal di Kota Yogyakarta.

“Akhirnya Kota Bengkulu punya ruang yang representatif untuk anak muda nongkrong, berkarya, dan mengekspresikan diri. Seniman musik, pelaku budaya, kesenian tradisional, hingga pelukis bisa tampil dan berkreasi di sini,” kata Ronny.

Lebih dari sekadar ruang publik, Belungguk Point juga diarahkan menjadi pusat penguatan ekonomi kerakyatan. Pemerintah Kota Bengkulu mengajak seluruh pengunjung untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang berjualan di kawasan tersebut.

Masyarakat diimbau membelanjakan produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi warga sekitar. Kehadiran UMKM di Belungguk Point diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Meski suasana pergantian tahun berlangsung meriah, Wali Kota Dedy tetap mengingatkan agar perayaan dilakukan secara santun dan tidak berlebihan. Ia meminta masyarakat membatasi penggunaan kembang api, menjaga ketertiban, serta memperhatikan kebersihan fasilitas umum, terutama mengingat kondisi cuaca yang sempat diguyur hujan.

“Jaga etika, sopan santun, dan kebersihan. Mari kita ciptakan suasana damai dan tenteram demi Bengkulu yang lebih baik di tahun 2026,” tutupnya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra