TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Masjid Awaluddin yang berlokasi di Kelurahan Sukamerindu, Kota Bengkulu, kembali melaksanakan kegiatan rutin tahunan pemotongan hewan qurban dalam rangka merayakan Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif warga dan jamaah sekitar masjid dengan sistem qurban per kelompok.
Ketua Panitia Qurban, Ujang Asril, menjelaskan bahwa sistem qurban dilakukan secara berkelompok, di mana satu ekor sapi dikurbankan oleh tujuh orang peserta. “Tahun ini alhamdulillah antusias warga meningkat. Satu kelompok terdiri dari tujuh orang dengan sumbangan sebesar Rp2.500.000 per orang untuk satu ekor sapi,” ujarnya saat ditemui di lokasi pemotongan, Sabtu (7/6).

Yang membanggakan, jumlah hewan qurban tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat ada satu ekor kerbau, empat ekor sapi, dan satu ekor kambing yang dikurbankan. “Ini merupakan bentuk syukur dan semangat berbagi dari masyarakat yang semakin tinggi,” tambah Ujang.
Pemotongan hewan qurban dilaksanakan di halaman Masjid Awaluddin mulai pukul 07.00 WIB. Pelaksanaan dilakukan secara gotong royong oleh panitia yang telah dibentuk sebelumnya. Setiap kelompok peserta qurban dibantu oleh lima orang panitia yang bertugas mulai dari penyembelihan, penimbangan, hingga pembagian daging qurban kepada peserta dan warga sekitar.
“Kami dari panitia berusaha semaksimal mungkin agar proses pemotongan dan distribusi daging berjalan lancar dan adil. Pembagian dimulai sekitar pukul 11.00 dan berlangsung hingga selesai,” jelas Ujang Asril.
Ketua Masjid Awaluddin,Nawardi , turut memberikan apresiasi terhadap partisipasi masyarakat yang semakin solid setiap tahunnya. Ia berharap semangat berqurban ini terus ditingkatkan di masa yang akan datang. “Kami sangat bersyukur dengan kekompakan warga, khususnya di RT 08 dan sekitarnya. Tidak hanya dalam urusan qurban, tapi juga dalam kebersamaan dan rasa gotong royong,” ujarnya.

Ia menambahkan, suasana Iduladha di Masjid Awaluddin terasa semakin hangat berkat keterlibatan aktif kaum ibu yang turut memasak makanan bersama untuk dinikmati seusai proses penyembelihan. “Ibu-ibu sangat bersemangat memasak untuk makan bersama. Ini mempererat silaturahmi antarwarga,” ungkap Awaluddin.
Kegiatan qurban ini bukan hanya sekadar pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ajang memperkuat tali persaudaraan antarwarga dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Panitia dan pengurus masjid berharap, kegiatan serupa akan terus berlangsung dengan partisipasi yang lebih besar di tahun-tahun mendatang.
“Harapan kami, ke depan peserta qurban di Masjid Awaluddin terus meningkat. Ini bukan hanya tentang ibadah, tapi juga tentang berbagi dan mempererat ukhuwah islamiyah,” pungkas Ujang Asril.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra