Skip to main content

Suara Dol Menggema, Pertanda Dimulainya Tradisi Sakral Tabut di Bengkulu

Festival Tabut 2026 Bengkulu resmi dimulai dengan dentuman Dol sejak 1 Muharam. Tradisi budaya tahunan ini menjadi magnet wisata sekaligus menggerakkan UMKM dan perekonomian daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Dentuman alat musik tradisional Dol mulai terdengar di berbagai sudut Kota Bengkulu sejak memasuki 1 Muharam 1448 Hijriah. Suara khas yang menggema tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Tabut 2026, sebuah tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas masyarakat Bengkulu.

Festival Tabut merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Provinsi Bengkulu yang selalu dinantikan setiap tahunnya. Perayaan ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai tanggal 1 hingga 10 Muharam, dengan berbagai prosesi adat yang sarat nilai sejarah, religius, dan budaya.

Bagi masyarakat Bengkulu, Tabut bukan sekadar festival hiburan, melainkan simbol pelestarian warisan leluhur yang memiliki makna mendalam. Tradisi ini berkaitan dengan peringatan wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Imam Husain bin Ali, yang gugur dalam Perang Karbala.

Selama pelaksanaan Tabut, masyarakat dapat menyaksikan berbagai prosesi adat yang dilakukan secara turun-temurun oleh keluarga keturunan Tabut. Prosesi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin mengenal lebih dekat budaya khas Bengkulu.

Antusiasme masyarakat terhadap Festival Tabut terlihat setiap tahun. Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan berbagai atraksi budaya, pertunjukan seni tradisional, pameran pembangunan, hingga bazar ekonomi kreatif yang digelar selama festival berlangsung.

Festival ini telah berkembang menjadi salah satu agenda wisata unggulan Bengkulu yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadirannya tidak hanya memperkuat identitas budaya daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pemerintah kabupaten dan kota terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival agar semakin menarik dan mampu bersaing dengan event budaya nasional lainnya.

Selain sebagai perayaan budaya, Festival Tabut juga menjadi momentum penting bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Setiap tahun, ratusan pelaku usaha memanfaatkan keramaian festival untuk memasarkan berbagai produk unggulan mereka.

Tidak hanya berasal dari Kota Bengkulu, para pelaku UMKM dari berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu turut ambil bagian dalam festival ini. Bahkan sejumlah peserta dari luar daerah juga hadir untuk meramaikan bazar yang menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung.

Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya Bengkulu. Kehadiran UMKM tersebut memberikan peluang besar untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

Festival Tabut juga menjadi ajang promosi daerah bagi seluruh kabupaten di Provinsi Bengkulu. Setiap daerah menampilkan produk unggulan yang menjadi ciri khas wilayah masing-masing.

Kabupaten penghasil kopi memperkenalkan kualitas kopi lokal yang telah dikenal hingga mancanegara. Daerah penghasil karet dan kelapa sawit memamerkan potensi perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Sementara itu, para perajin batik Besurek turut menampilkan karya-karya terbaik yang menjadi ikon budaya Bengkulu.

Melalui festival ini, masyarakat dan wisatawan dapat mengenal lebih dekat kekayaan sumber daya alam, budaya, dan hasil kerajinan yang dimiliki setiap daerah di Bengkulu.

Kemeriahan Festival Tabut juga didukung oleh partisipasi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membuka stan pelayanan dan informasi kepada masyarakat. Kehadiran OPD bertujuan mendekatkan layanan pemerintah sekaligus memberikan edukasi mengenai berbagai program pembangunan daerah.

Tak ketinggalan, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu turut memanfaatkan momentum festival untuk menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Sejumlah program yang disiapkan antara lain lomba mewarnai untuk anak-anak, layanan penukaran uang logam, sosialisasi sistem pembayaran digital, serta informasi mengenai produk dan layanan perbankan.

Partisipasi berbagai pihak tersebut semakin memperkaya rangkaian Festival Tabut sehingga tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi, promosi ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan perpaduan nilai budaya, wisata, dan ekonomi yang dimilikinya, Festival Tabut 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu kebanggaan masyarakat Bengkulu yang mampu menyatukan tradisi dengan semangat pembangunan daerah.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra