TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Baitul Izzah pada Kamis malam (23/4), saat ratusan jamaah memadati area masjid untuk mengikuti kegiatan tabligh akbar yang menghadirkan Wakil Gubernur Bengkulu Mian dan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar.
Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang sarat pesan moral dan kebangsaan.
Kehadiran para tokoh penting, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), turut menambah khidmat suasana. Tampak hadir Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolda Bengkulu Mardiyono, Danlanal Bengkulu Nurwahidin, serta Rektor UIN Fatmawati Bengkulu Khairudin Wahid.
Dalam sambutannya, Mian menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti tabligh akbar menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam membangun masyarakat yang berkarakter religius. Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong berbagai program pembinaan spiritual, salah satunya melalui Retret Merah Putih bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas keimanan, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kebersamaan antaraparatur pemerintahan. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih optimal dan penuh integritas.
“Kami berharap kehadiran Bapak Menteri Agama dapat memberikan pencerahan serta memperkuat nilai spiritual kita semua. Ini menjadi bekal penting dalam menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh toleransi,” ujar Mian.
Sementara itu, Nasaruddin Umar dalam tausiahnya menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, kegiatan seperti tabligh akbar tidak hanya berfungsi sebagai sarana meningkatkan keimanan, tetapi juga sebagai media untuk mempererat persatuan umat. Ia menilai bahwa keharmonisan sosial hanya dapat terwujud apabila masyarakat memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena dakwah yang terkadang justru memicu perpecahan. Ia mengingatkan agar pesan-pesan keagamaan tidak disampaikan dengan cara yang menumbuhkan kebencian terhadap kelompok lain.
“Jangan sampai dalam menyampaikan ajaran agama, kita justru menanamkan rasa benci kepada pemeluk agama lain. Itu tidak sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan kita sebagai negara yang majemuk,” tegasnya.
Pesan tersebut disambut antusias oleh jamaah yang hadir. Banyak di antara mereka mengaku mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan kehidupan sosial dalam masyarakat yang beragam.
Tabligh akbar ini juga menjadi refleksi perjalanan kepemimpinan di Provinsi Bengkulu yang menempatkan nilai religius sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah. Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat karakter masyarakat yang religius, toleran, dan berakhlak mulia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat persatuan dan nilai-nilai keislaman semakin tertanam kuat di tengah masyarakat Bengkulu, sekaligus menjadi contoh dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Indonesia.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra