Skip to main content

Tekan Angka Stunting, DP3AP2KB Bengkulu Tengah Perkuat Kompetensi Kader Lapangan di Taba Penanjung

Kepala Bidang Data dan Informasi DP3AP2KB Bengkulu Tengah, Febrin Puspasari, S.K.M., bersama tenaga lini lapangan mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas kader dan petugas pendamping keluarga di Balai Penyuluh Kecamatan Taba Penanjung, Rabu (4/11/2026), sebagai upaya memperkuat strategi percepatan penurunan angka stunting.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang bertugas langsung mendampingi masyarakat. Salah satu langkah konkret dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dengan menggelar pelatihan peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan di Kecamatan Taba Penanjung.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluh Kecamatan Taba Penanjung, Rabu (4/11/2026), tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Pelatihan ini diarahkan untuk membekali para petugas dan kader dengan pengetahuan serta keterampilan yang memadai dalam memberikan edukasi, melakukan pendampingan keluarga, sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi meningkatkan risiko stunting di lingkungan masyarakat.

Sejumlah unsur yang terlibat dalam kegiatan tersebut meliputi Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta perwakilan Institusi Masyarakat Perdesaan (IMP) dan Sub-IMP dari tingkat desa.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut dinilai penting karena keberhasilan program penurunan stunting tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Diperlukan kerja sama dan keterlibatan aktif para petugas yang setiap hari berinteraksi langsung dengan keluarga sasaran.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bengkulu Tengah, Gunawan Suryadi, S.Sos., M.A.P., melalui Kepala Bidang Data dan Informasi, Febrin Puspasari, S.K.M., menyampaikan bahwa peningkatan kemampuan tenaga lini lapangan merupakan salah satu kebutuhan penting dalam memperkuat pelaksanaan program Bangga Kencana.

Menurut Febrin, kader dan petugas lapangan mempunyai posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat. Oleh sebab itu, mereka harus memiliki pemahaman yang baik mengenai kebijakan, metode komunikasi, serta langkah pendampingan keluarga yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Ia menjelaskan, kegiatan pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga bertujuan membangun kesamaan pemahaman seluruh petugas mengenai langkah-langkah pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

"Melalui peningkatan kapasitas ini, kami ingin memastikan seluruh kader memahami strategi percepatan penurunan stunting, tata cara pendampingan keluarga sasaran, teknik Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang tepat, hingga mekanisme rujukan dan koordinasi lintas sektor di lapangan," jelas Febrin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan terdapat tiga aspek penting yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pertama, memperkuat pemahaman tenaga lini lapangan terhadap kebijakan nasional mengenai percepatan penurunan stunting. Pengetahuan ini diperlukan agar program yang dijalankan di tingkat desa sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

Kedua, meningkatkan kemampuan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Para kader diharapkan mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat menggunakan pendekatan yang komunikatif, persuasif, dan mudah dipahami. Dengan demikian, keluarga dapat lebih terbuka menerima edukasi mengenai pola asuh, kesehatan keluarga, serta pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi.

Ketiga, memperbaiki kualitas pencatatan dan pelaporan data. Informasi yang dihimpun petugas lapangan harus disampaikan secara tepat dan akurat sehingga dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan yang sesuai.

Menurut Febrin, ketepatan data memiliki peran besar dalam memastikan keluarga yang membutuhkan perhatian memperoleh pendampingan secara optimal. Melalui sistem pendataan yang baik, perkembangan kondisi keluarga sasaran juga dapat dipantau secara lebih terarah.

Selain itu, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Persoalan stunting berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.

DP3AP2KB Bengkulu Tengah berharap pembekalan tersebut dapat meningkatkan kesiapan seluruh tenaga lini lapangan dalam menjalankan tugas pendampingan secara profesional dan berkelanjutan.

Dengan semakin kuatnya kemampuan kader di tingkat kecamatan hingga desa, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan perhatian.

Pemerintah daerah juga menaruh harapan agar hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan diterapkan secara nyata dalam aktivitas pendampingan masyarakat sehari-hari.

Melalui penguatan tenaga lini lapangan, DP3AP2KB Bengkulu Tengah berupaya membangun fondasi keluarga yang lebih sehat, meningkatkan kualitas pengasuhan anak, serta mendukung terwujudnya generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menekan risiko stunting dan meningkatkan kualitas pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bengkulu Tengah.(adv)

Pewarta : Rizon

Editing : Adi Saputra