Skip to main content

TPID Bengkulu Diminta Perkuat Langkah Strategis Hadapi Nataru dan Ancaman Siklon Tropis 91S

TPID Bengkulu Diminta Perkuat Langkah Strategis Hadapi Nataru dan Ancaman Siklon Tropis 91S

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu menegaskan pentingnya kewaspadaan dan langkah strategis dalam pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Dr. H. Herwan Antoni, dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Senin (15/12).

Dalam rapat tersebut, Herwan Antoni meminta TPID Provinsi Bengkulu untuk meningkatkan kesiapsiagaan, tidak hanya dalam menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat saat Nataru, tetapi juga potensi dampak cuaca ekstrem akibat bibit Siklon Tropis 91S yang terdeteksi berada di wilayah Samudera Hindia dan bergerak mendekati Bengkulu.

Menurutnya, keberadaan bibit siklon tropis tersebut perlu diantisipasi secara serius karena berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Kondisi ini dapat memicu bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, serta berisiko mengganggu distribusi barang dan pasokan kebutuhan pokok di daerah.

“Bibit Siklon Tropis 91S ini harus kita waspadai bersama. Dampaknya bisa memicu cuaca ekstrem, curah hujan tinggi, dan berpotensi menghambat distribusi barang. Hal ini tentu dapat mempengaruhi stabilitas pasokan dan harga di pasar,” ujar Herwan Antoni.

Ia berharap, bibit siklon tropis tersebut tidak berkembang dan segera menjauh dari wilayah Bengkulu, sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan normal.

Di sisi lain, Herwan Antoni mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah disiapkan TPID Provinsi Bengkulu dalam menghadapi HBKN Nataru. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap berpedoman pada prinsip 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

Selain itu, TPID juga secara rutin melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok kebutuhan pokok di pasar. Rapat teknis TPID dilaksanakan setiap minggu sebagai upaya evaluasi dan pengambilan keputusan cepat apabila terjadi gejolak harga.

“Langkah lain yang terus kita dorong adalah menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, termasuk melalui penguatan cadangan pangan daerah. Gerakan menanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah untuk ketahanan pangan,” jelasnya.

Upaya lanjutan yang dilakukan TPID meliputi inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional dan distributor guna memastikan tidak terjadi penimbunan barang. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga terus memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) untuk menjamin kelancaran pasokan, terutama komoditas strategis yang berasal dari luar daerah.

Melalui koordinasi yang solid antara TPID, TP2DD, serta seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Provinsi Bengkulu optimistis stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok dapat terjaga dengan baik, meskipun menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Nataru.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra