TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Ustaz Dani Hamdani, seorang tokoh agama sekaligus Ketua Masjid Raya Baitul Izzah Provinsi Bengkulu, mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan semangat mengukir prestasi. Dalam pandangannya, kemerdekaan yang diperoleh bangsa Indonesia bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab besar untuk mengisi kemerdekaan tersebut dengan karya-karya positif yang bermanfaat.
Dalam kesempatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Ustaz Dani mengingatkan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa bangsa Indonesia baru memasuki "pintu gerbang kemerdekaan". Ia menekankan pentingnya memahami makna dari kalimat tersebut sebagai panggilan untuk terus berjuang mengisi kemerdekaan dengan karya yang nyata.
"Menurut Undang-Undang Dasar 1945, kita baru masuk ke pintu gerbang kemerdekaan. Artinya, kita harus benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan mengisi kemerdekaan tersebut melalui karya dan prestasi yang dapat membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik," ujar Ustaz Dani, yang akrab disapa UDH, saat ditemui di Kantor DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bengkulu pada 17 Agustus.
Lebih lanjut, Ustaz Dani juga menyampaikan harapannya agar penjajahan dalam bentuk apapun tidak lagi terjadi di dunia ini. Ia secara khusus menyoroti kondisi di Palestina yang hingga kini masih berjuang untuk kemerdekaan mereka.
"Selanjutnya, kita berharap tentunya tidak ada lagi penjajahan di atas dunia. Semoga Palestina segera merdeka dan dapat menikmati kebebasan yang sejati, seperti halnya yang telah kita nikmati selama ini," tambahnya dengan penuh harapan.
Dalam pidatonya, Ustaz Dani juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada masalah-masalah yang memecah belah, tetapi lebih banyak menghabiskan waktu untuk memperbaiki diri dan membangun bangsa. Ia menekankan pentingnya mengalihkan energi negatif seperti kecurigaan dan pertengkaran menjadi energi positif yang menghasilkan karya dan prestasi yang membanggakan.
"Mari kita sibukkan diri kita dengan karya sehingga tidak ada waktu untuk saling curiga. Mari kita sibukkan diri kita dengan prestasi sehingga tidak ada waktu untuk saling mencaci maki. Dengan cara ini, insya Allah, Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai visi yang diinginkan, yakni menjadi negara yang maju, sejahtera, dan berdaulat," ungkap Ustaz Dani.
Pesan Ustaz Dani ini juga relevan dalam konteks politik dan sosial saat ini. Sebagai seorang tokoh yang digadang-gadang akan maju dalam Pemilihan Wali Kota Bengkulu 2024, ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif dan produktif, terutama dalam menghadapi tantangan-tantangan ke depan.
"Tutup semua pintu-pintu perpecahan dan perselisihan. Arahkan semua potensi dan kemampuan yang kita miliki untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Jika kita terus fokus pada karya dan prestasi, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dan disegani di kancah internasional," tambahnya.
Ajakan Ustaz Dani untuk fokus pada karya dan prestasi bukanlah sekadar slogan, tetapi sebuah seruan yang mengandung makna mendalam. Ia mengingatkan bahwa sejarah telah mencatat perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan, dan sekarang saatnya bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara yang lebih konstruktif.
"Indonesia sudah merdeka selama 79 tahun. Saatnya kita semua, sebagai anak bangsa, berkontribusi untuk mengisi kemerdekaan ini dengan prestasi yang membanggakan. Tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk generasi mendatang yang akan meneruskan jejak kita," tutup Ustaz Dani.
Dengan pesan ini, Ustaz Dani berharap masyarakat Bengkulu, khususnya, dan Indonesia pada umumnya, dapat terus bersatu dan bekerja keras untuk mencapai tujuan bersama. Menurutnya, hanya dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Indonesia akan mampu mencapai cita-cita kemerdekaan yang sejati.
Pewarta: AMG
Editing: Adi Saputra