TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>>Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Kepatuhan terhadap Usia Perkawinan, Rabu (10/12/2025) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, perwakilan Dinas P3APPKB Provinsi Bengkulu, Kepala Dinas P3APPKB Seluma, serta ratusan pelajar tingkat SMA dan SMK se-Kabupaten Seluma.
Dalam sambutannya, Wabup Gustianto menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak hanya bertumpu pada faktor ekonomi, namun juga berkaitan erat dengan perilaku, pola asuh, dan pemahaman keluarga, terutama para calon orang tua. "Stunting tidak hanya disebabkan karena keterbatasan ekonomi. Pola asuh, pemenuhan gizi, dan kesiapan mental orang tua juga menjadi faktor utama. Karena itu, anak-anak harus memahami pentingnya usia perkawinan yang ideal agar pertumbuhan generasi mendatang lebih sehat dan unggul," tegasnya.
Lebih lanjut ia mengingatkan para pelajar sebagai generasi penerus bangsa agar tidak terburu-buru memasuki jenjang perkawinan. Menurutnya, kesiapan usia, kedewasaan, kondisi kesehatan, serta kematangan secara mental wajib menjadi pertimbangan sebelum menikah. "Kami berharap peserta mengikuti sosialisasi ini hingga tuntas. Materi yang disampaikan hari ini akan membekali kalian memahami risiko perkawinan dini dan kaitannya dengan stunting. Ini penting untuk masa depan kalian dan kualitas sumber daya manusia Seluma," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Bengkulu yang diwakili Kabid Pengendalian Penduduk, Hj. Willy Purnama Hidayanti, S.H., M.H., menyoroti maraknya perkawinan dini yang masih terjadi di sejumlah daerah. Ia menegaskan bahwa praktik tersebut berpotensi besar melahirkan bayi berisiko stunting akibat ketidaksiapan fisik dan reproduksi ibu. "Mari bersama-sama kita menyatakan stop perkawinan dini. Ketidaksiapan organ reproduksi dan kurangnya pemahaman gizi menyebabkan tingginya risiko bayi lahir stunting. Hari ini kami juga menghadirkan narasumber berkompeten, jadi silakan simak dan ikuti sampai selesai," imbaunya.
Ia juga menyampaikan bahwa stunting dapat dicegah sejak dini melalui peningkatan literasi kesehatan reproduksi, edukasi gizi, hingga penguatan peran remaja sebagai duta keluarga sehat. Menurutnya, generasi muda tidak hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga mitra penggerak dalam kampanye pencegahan stunting.
Sosialisasi ini diisi dengan pemaparan materi mengenai kesehatan reproduksi, dampak psikologis perkawinan dini, serta strategi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting. Peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab serta diberi kesempatan menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait isu perkawinan remaja.
Kegiatan ditutup dengan pemberian bantuan berupa telur kepada masyarakat terdampak stunting sebagai bagian dari dukungan pemenuhan gizi keluarga. Pemerintah Kabupaten Seluma berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran baru di kalangan pelajar tentang pentingnya menunda usia perkawinan dan menjaga kualitas kesehatan generasi masa depan. Dengan kolaborasi seluruh pihak, Seluma menargetkan penurunan signifikan angka stunting dalam beberapa tahun mendatang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra