Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Ajak Warga Perkuat Gerakan Sedekah Rp2 Ribu untuk Membantu Masyarakat Kurang Mampu

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Ketua Baznas Kota Bengkulu Habib Abdurahman Alkaf mengajak masyarakat menggalakkan Program Sedekah Rp2 Ribu sebagai gerakan sosial untuk membantu warga kurang mampu di Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat budaya berbagi melalui Program Sedekah Rp2 Ribu yang dikelola bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu. Program yang terus digalakkan sepanjang tahun 2026 ini dinilai mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan tanpa membebani para donatur.

Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengatakan gerakan sedekah tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Meski nilai yang disumbangkan relatif kecil, apabila dilakukan secara rutin dan bersama-sama, hasilnya mampu membantu banyak warga yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Menurut Dedy, dana yang terkumpul dari program ini bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan dari partisipasi sukarela masyarakat. Karena itu, keberlangsungan program sangat bergantung pada semangat gotong royong dan kepedulian bersama.

"Harapan kami seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam gerakan sedekah Rp2 ribu ini. Nilainya memang kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten akan menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama. Insya Allah sedekah ini membawa keberkahan bagi kehidupan kita semua," ujar Dedy.

Ia menjelaskan, selama program berjalan, Baznas Kota Bengkulu telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut antara lain modal usaha bagi pelaku usaha kecil, bantuan biaya pengobatan bagi warga sakit, bantuan pendidikan untuk siswa dari keluarga kurang mampu, hingga santunan bagi anak yatim dan janda lanjut usia.

Dedy menilai berbagai program sosial tersebut menjadi bukti bahwa sedekah dengan nominal sederhana tetap mampu memberikan dampak besar apabila dikelola secara amanah dan disalurkan tepat sasaran.

Selain membantu masyarakat secara langsung, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan budaya saling peduli di tengah kehidupan masyarakat Kota Bengkulu. Pemerintah ingin semangat berbagi menjadi kebiasaan yang terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu, Habib Abdurahman Alkaf, menjelaskan bahwa gerakan Sedekah Rp2 Ribu bukan sekadar pengumpulan dana sosial, tetapi juga menjadi sarana pembinaan spiritual atau riyadhah bagi masyarakat.

Menurutnya, riyadhah merupakan latihan untuk membiasakan diri melakukan amal kebajikan dengan penuh keikhlasan. Nilai utama dari sebuah sedekah bukan terletak pada besarnya nominal yang diberikan, melainkan pada ketulusan hati saat melaksanakannya.

"Ikhlas merupakan inti dari setiap amal kebaikan. Sekecil apa pun sedekah yang dilakukan dengan tulus akan memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT. Sebaliknya, amal yang besar tetapi tidak disertai keikhlasan akan kehilangan maknanya," jelas Habib.

Ia kemudian mengutip salah satu hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa seseorang yang bersedekah meskipun hanya sebesar sebutir kurma dengan penuh keikhlasan akan memperoleh pahala yang berlipat ganda. Pesan tersebut, menurut Habib, menjadi motivasi agar masyarakat tidak ragu berbagi meskipun dengan jumlah yang sederhana.

Habib menambahkan, nominal Rp2 ribu dipilih karena hampir semua orang mampu menyisihkannya setiap hari tanpa merasa terbebani. Bahkan, jumlah tersebut sering kali setara dengan pengeluaran kecil dalam aktivitas sehari-hari.

Karena itulah, program ini lebih menekankan pentingnya istiqamah atau konsistensi dalam bersedekah. Apabila masyarakat terbiasa melakukan kebaikan dalam jumlah kecil secara rutin, maka mereka akan lebih mudah melakukan amal dengan nilai yang lebih besar ketika memiliki kemampuan.

Ia mengibaratkan kebiasaan bersedekah seperti seseorang yang terbiasa mengerjakan salat sunah. Ketika ibadah sunah dilakukan dengan ringan dan penuh kesadaran, maka menjalankan ibadah wajib pun akan terasa lebih mudah.

"Yang terpenting bukan besar kecilnya nominal, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan berbagi. Kalau semua orang bergerak bersama, sedekah yang kecil akan berubah menjadi kekuatan besar yang mampu membantu banyak saudara kita yang membutuhkan," tutup Habib.

Program Sedekah Rp2 Ribu diharapkan terus menjadi gerakan sosial yang mempererat solidaritas masyarakat Kota Bengkulu. Melalui kolaborasi antara pemerintah, Baznas, dan masyarakat, bantuan kepada warga kurang mampu dapat terus diperluas sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh banyak orang.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra