Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Melayat ke Rumah Duka Almarhum Mulyadi

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Melayat ke Rumah Duka Almarhum Mulyadi

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Mulyadi bin Hasan Basri (66) di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu. Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, hadir langsung untuk menyampaikan bela sungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dedy datang bersama sejumlah pejabat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Kehadiran orang nomor dua di Kota Bengkulu ini menjadi penguat bagi keluarga yang masih larut dalam kesedihan. Dengan penuh empati, Dedy menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan segala amal ibadahnya diterima.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bengkulu, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum husnul khotimah, diampuni segala dosa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan,” ucap Dedy saat menenangkan keluarga.

Dalam kesempatan itu, Dedy juga ikut menyalatkan jenazah almarhum di Masjid Darussalam, Kelurahan Pematang Gubernur. Kehadirannya membuat suasana haru semakin terasa. Tangis keluarga pecah saat prosesi salat jenazah dan ketika mereka bersalaman dengan Wali Kota sebelum almarhum diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.

Menurut Dedy, kehadiran pemerintah dalam setiap peristiwa masyarakat, baik suka maupun duka, adalah bagian dari komitmen untuk selalu dekat dengan warga. Ia menegaskan, seorang pemimpin tidak hanya hadir ketika masyarakat merayakan kebahagiaan, tetapi juga wajib mendampingi warganya dalam menghadapi cobaan hidup.

“Kita semua adalah keluarga besar di Kota Bengkulu. Karena itu, ketika ada warga yang berduka, tentu kita juga ikut merasakan kesedihannya. Saya berharap keluarga dapat tabah menghadapi ujian ini,” tambahnya.

Mulyadi, semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul dengan lingkungan sekitar. Sejumlah tetangga menyebut almarhum sebagai pribadi yang sederhana dan banyak membantu orang lain. Kehilangan Mulyadi menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar yang selama ini mengenalnya dengan baik.

Jenazah kemudian diiringi keluarga, kerabat, serta masyarakat menuju pemakaman umum di wilayah Muara Bangkahulu. Sepanjang perjalanan, isak tangis keluarga kembali terdengar, menandakan begitu besarnya rasa kehilangan.

Kehadiran Wali Kota Dedy Wahyudi pada momen duka ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Banyak warga menilai hal tersebut sebagai wujud nyata kedekatan pemerintah dengan rakyatnya. “Kami berterima kasih atas kehadiran Pak Wali Kota. Ini menjadi penghibur bagi keluarga di tengah kesedihan yang kami rasakan,” ungkap salah satu anggota keluarga almarhum.

Melalui kunjungan itu, Dedy berharap keluarga yang ditinggalkan bisa tetap tegar menjalani kehidupan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan almarhum, agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Dengan penuh rasa empati, Wali Kota menutup kunjungannya dengan kembali menyampaikan doa dan dukungan bagi keluarga besar almarhum. “Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Kematian adalah pengingat bagi kita yang masih hidup, agar selalu memperbanyak amal ibadah,” tutupnya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra