TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menjaga kualitas setiap proyek pembangunan yang digarap melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Penegasan ini ia sampaikan saat memberi arahan kepada seluruh Kepala OPD dalam pertemuan internal yang digelar baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy menyoroti pentingnya memastikan setiap proyek infrastruktur berjalan sesuai ketentuan hukum, mengikuti spesifikasi teknis, serta mengutamakan kualitas. Menurutnya, Pemerintah Kota Bengkulu tidak ingin ada pembangunan yang dikerjakan asal-asalan, apalagi sampai menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
“Untuk PUPR, pastikan betul kegiatan berjalan dengan baik. Pembangunan Belungguk Point, Barukoto, dan lainnya harus sesuai spek. Utamakan kualitas,” tegas Dedy dalam arahannya. Ia menekankan bahwa seluruh pekerjaan harus diselesaikan secara profesional dan transparan, mengingat penegakan hukum saat ini dilakukan dengan jauh lebih ketat.
Dedy juga meminta jajaran terkait tidak memberikan ruang bagi pelanggaran sekecil apa pun. Ia yakin seluruh OPD mampu bekerja maksimal jika disiplin dan konsisten mengikuti aturan. “Hari ini hukum betul-betul ditegakkan. Jangan sampai ada celah. Saya yakin semua bekerja maksimal dan selesai tepat waktu,” ujarnya penuh optimisme.
Penguatan pengawasan ini, lanjut Dedy, merupakan langkah penting untuk memastikan anggaran pembangunan yang bersumber dari APBD benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, setiap rupiah yang digunakan harus berdampak langsung terhadap peningkatan fasilitas, layanan publik, dan kenyamanan warga Kota Bengkulu.
Saat ini, beberapa proyek strategis Pemerintah Kota Bengkulu tengah berjalan, termasuk pembangunan kawasan ikonik Belungguk Point dan penataan Pasar Barukoto I dan II. Belungguk Point sendiri digadang-gadang menjadi destinasi baru yang memadukan nuansa modern dengan identitas lokal Bengkulu. Kawasan ini dirancang menjadi ruang publik yang ramai, layaknya “Malioboro”-nya Bengkulu, sekaligus menjadi tempat berkumpul, berbelanja, dan menikmati suasana kota.
Selain itu, Pasar Barukoto I tengah dikembangkan menjadi sentra kuliner dan busana yang lebih representatif, bersih, dan menarik bagi pengunjung maupun wisatawan. Sementara itu, Pasar Barukoto II tetap dipertahankan sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat yang menjadi penopang utama UMKM lokal.
Menurut Dedy, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada memperindah wajah kota, tetapi juga menjadi strategi mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Ia menilai bahwa infrastruktur yang tertata rapi, pasar yang layak, serta ruang publik yang dinamis akan memberikan multiplier effect bagi kesejahteraan pedagang, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.
Kehadiran Belungguk Point, Barukoto I, dan Barukoto II diharapkan menjadi motor baru yang mampu menghidupkan suasana kota, menciptakan destinasi yang estetik dan nyaman, serta menambah daya tarik Bengkulu sebagai tujuan wisata. Dengan pengawasan ketat dan komitmen menjaga kualitas, Pemkot Bengkulu optimistis seluruh proyek tersebut akan rampung tepat waktu dan memberi manfaat jangka panjang.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra