Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Larang Euforia Berlebihan di Malam Tahun Baru

Wali Kota Bengkulu Larang Euforia Berlebihan di Malam Tahun Baru

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  >>><<<<  Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu untuk menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang sederhana, penuh ketenangan, serta mengedepankan rasa empati terhadap sesama. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu agar momentum pergantian tahun tidak diwarnai oleh euforia berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kenyamanan publik.

Dalam keterangannya kepada awak media, Dedy Wahyudi menegaskan bahwa perayaan tahun baru sebaiknya dimaknai sebagai waktu refleksi dan kebersamaan keluarga, bukan ajang hura-hura. Ia menilai bahwa kesederhanaan justru akan menghadirkan makna yang lebih mendalam dalam menyambut tahun yang baru.

“Yang paling utama, kami mengimbau agar perayaan tahun baru dilakukan secara sederhana. Tidak perlu berlebihan. Kalau hanya berkumpul bersama keluarga, refleksi akhir tahun, itu justru hal yang baik,” ujar Dedy.

Lebih lanjut, Dedy secara tegas meminta masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api maupun petasan pada malam pergantian tahun. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak hanya berpotensi membahayakan keselamatan, tetapi juga tidak sejalan dengan semangat empati sosial yang saat ini perlu dijunjung tinggi.

“Kami mengingatkan, tidak ada kembang api, tidak ada petasan, dan tidak ada euforia yang berlebihan. Mari kita jaga suasana tetap kondusif,” tegasnya.

Terkait lokasi perayaan, Dedy menyampaikan bahwa masyarakat tetap diperbolehkan mengunjungi sejumlah ruang publik, termasuk kawasan Belungguk Point yang kini menjadi salah satu ikon Kota Bengkulu. Namun, ia menekankan bahwa kehadiran masyarakat di lokasi tersebut harus tetap mengedepankan ketertiban dan mematuhi aturan yang berlaku.

“Datang ke Belungguk Point tidak dilarang. Silakan menikmati suasana kota, tetapi jangan berlebihan. Yang kami larang adalah euforia yang melampaui batas,” jelasnya.

Dedy juga mengajak warga Kota Bengkulu untuk menumbuhkan rasa empati terhadap saudara-saudara di daerah lain yang tengah dilanda musibah. Ia menyebutkan sejumlah wilayah di Sumatera seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh yang saat ini sedang berduka akibat bencana banjir.

“Kita harus menimbang perasaan saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah. Dalam kondisi seperti ini, empati menjadi hal yang sangat penting,” ungkapnya.

Secara khusus, Wali Kota Bengkulu juga memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum. Ia mengingatkan agar tidak melakukan konvoi kendaraan, mengonsumsi minuman keras, maupun terlibat dalam tindakan negatif lainnya.

“Kepada anak-anak muda, saya harap jangan ada konvoi-konvoi, jangan mabuk-mabukan, apalagi sampai tawuran. Mari jaga Kota Bengkulu tetap aman dan nyaman,” pesannya.

Menutup pernyataannya, Dedy Wahyudi berharap seluruh masyarakat Kota Bengkulu dapat melepas Tahun 2025 dengan suasana yang damai dan penuh rasa syukur, serta menyambut Tahun Baru 2026 dengan harapan, doa, dan semangat kebersamaan.

“Mari kita lepas Tahun 2025 ini dengan tenang dan damai, dan kita sambut Tahun Baru 2026 dengan penuh harapan, kebersamaan, serta doa terbaik untuk Kota Bengkulu,” pungkasnya.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra