TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung ke sejumlah lokasi yang terdampak banjir di Kota Bengkulu, Minggu (4/1/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kota Bengkulu terhadap keluhan masyarakat akibat banjir yang merendam permukiman warga di beberapa kecamatan.
Salah satu titik yang dikunjungi Wali Kota adalah RT 01 Kelurahan Tanjung Jaya, Kecamatan Sungai Serut. Di wilayah ini, banjir dilaporkan cukup parah hingga merendam puluhan rumah warga. Air menggenangi rumah-rumah yang berada di sepanjang jalan serta kawasan bantaran sungai, sehingga mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Dedy Wahyudi didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Tony Elfian, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat, lurah, serta aparat setempat. Rombongan menyusuri kawasan terdampak untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan dan rumah warga yang terendam banjir.
Perwakilan warga RT 01 Tanjung Jaya, Hikmah Juwita (64), menyampaikan keluhan sekaligus harapan masyarakat kepada Wali Kota. Ia menilai banjir yang kerap terjadi disebabkan oleh kondisi sungai yang semakin dangkal akibat sedimentasi.
“Sekarang sungainya sudah dangkal, Pak. Kami berharap ada normalisasi sungai. Dulu sungai ini dalam dan jarang banjir. Itu harapan kami sebagai warga,” ujar Hikmah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wali Kota Dedy Wahyudi menjelaskan bahwa persoalan banjir di Kota Bengkulu tidak bisa diselesaikan secara instan. Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab banjir berasal dari kondisi daerah hulu sungai yang mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan batu bara tanpa reklamasi yang optimal.
“Masalah banjir ini tidak bisa diselesaikan secara cepat. Di bagian hulu sungai sudah gundul akibat aktivitas tambang batu bara. Reklamasi tidak dilakukan secara maksimal, sehingga dampaknya dirasakan sampai ke hilir. Bahkan ketika Kota Bengkulu tidak diguyur hujan, banjir tetap terjadi,” jelas Dedy.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bengkulu telah menyiapkan langkah-langkah konkret sebagai solusi jangka menengah dan panjang. Salah satunya adalah melakukan normalisasi sungai untuk mengembalikan kapasitas aliran air, serta pembangunan kolam retensi guna menahan debit air saat curah hujan tinggi.
“Solusinya tetap normalisasi sungai. Sungai harus dikembalikan fungsinya. Selain itu, pembangunan kolam retensi juga sedang berproses. Tahun ini dilakukan tahapan ganti rugi lahan, dan pertengahan tahun direncanakan sudah ada pembayaran dari Balai Wilayah Sungai,” ungkapnya.
Selain meninjau lokasi banjir, Wali Kota Bengkulu juga menyerahkan bantuan pangan berupa makanan siap saji kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Usai dari Tanjung Jaya, Dedy Wahyudi melanjutkan peninjauan ke Kelurahan Rawa Makmur, khususnya di kawasan Jalan Kalimantan yang juga kerap terdampak banjir. Ia menyebutkan salah satu solusi yang akan dilakukan adalah meninggikan badan jalan.
“Jalan Kalimantan ini akan kita tinggikan karena sudah menjadi lokasi langganan banjir,” ujarnya.
Namun, Dedy menegaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan tersebut perlu koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bengkulu, mengingat status Jalan Kalimantan merupakan kewenangan pemerintah provinsi.
“Kita akan segera berkomunikasi dengan Gubernur Bengkulu agar tahun ini juga pekerjaan bisa dilaksanakan,” tegasnya.
Pemerintah Kota Bengkulu memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi banjir dan memperkuat koordinasi lintas instansi guna mempercepat penanganan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, demi meminimalisir dampak banjir bagi masyarakat.
Pewart a: Amg
Editing : Adi Saputra