TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang cepat dan responsif dengan menghadiri takziah malam ketiga atas wafatnya dua warga di Kecamatan Sungai Serut, Rabu malam (16/7/2025). Dalam kesempatan itu, Dedy menyerahkan langsung dokumen administrasi kependudukan melalui program unggulan 3 in 1 dan 4 in 1 milik Pemerintah Kota Bengkulu.
Takziah pertama dilaksanakan di Jalan Danau, Kelurahan Surabaya, untuk mendoakan Almarhum Alcala Mazora Bin Achmaddin. Dalam suasana penuh duka, Wali Kota secara langsung menyerahkan paket dokumen kependudukan melalui program 4 in 1, yang terdiri dari akta kematian, Kartu Keluarga (KK) yang sudah diperbarui, KTP atas nama ahli waris, serta pencairan biaya Taspen.
“Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama saat mereka sedang berduka. Kami ingin memastikan bahwa urusan administrasi warga tidak terhambat di masa sulit seperti ini,” ujar Dedy Wahyudi.
Usai menghadiri takziah pertama, Wali Kota bersama jajaran melanjutkan kunjungan duka ke Perumahan Griya Asri, Kelurahan Surabaya. Takziah kedua ini digelar untuk mengenang almarhumah Darmiati Binti Tindan, ibunda dari Kepala Bagian Protokol Pemerintah Kota Bengkulu, Fauzi Indrarahendra. Dalam kesempatan itu, Dedy juga menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bengkulu, saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tuturnya.
Program 3 in 1 dan 4 in 1 merupakan inovasi layanan cepat yang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Bengkulu sebagai solusi pengurusan dokumen kependudukan secara terintegrasi. Program ini meliputi pengurusan akta kematian, pembaruan KK, KTP ahli waris, dan akses ke berbagai layanan lainnya seperti pencairan dana Taspen bagi yang berhak.
Menurut Dedy, program tersebut tidak hanya memudahkan masyarakat secara administratif, tetapi juga merupakan bagian dari pendekatan humanis yang diusung oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Kehadiran langsung wali kota dan pejabat daerah dalam kegiatan takziah menjadi simbol kepedulian serta bentuk pelayanan publik yang lebih menyentuh dan personal.
“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir di setiap fase kehidupan masyarakat, baik suka maupun duka. Ini adalah bentuk empati sekaligus tanggung jawab kami sebagai pelayan publik,” imbuhnya.
Warga yang menerima layanan tersebut mengaku terbantu dan mengapresiasi kehadiran wali kota beserta perangkat daerah dalam momen duka mereka. Kehadiran tersebut bukan hanya menunjukkan rasa simpati, tetapi juga membantu mempercepat proses administratif yang biasanya cukup menyita waktu dan tenaga.
Dengan konsistensi menghadirkan layanan langsung ke masyarakat, Pemkot Bengkulu terus berupaya menjaga kepercayaan publik serta menciptakan pemerintahan yang proaktif dan peduli terhadap kebutuhan warganya.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra