TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>> Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menghadiri acara takziah malam ketiga atas wafatnya Almarhum Redi Aprianto, warga Jalan Telaga Dewa 10, RT 13, RW 03, Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, pada Minggu (16/3). Kehadiran Dedy merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu terhadap warga yang sedang berduka.
Dalam kesempatan tersebut, Dedy Wahyudi turut didampingi oleh Branch Manager Taspen Bengkulu, Dadang Hendrawan, Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Arif Gunadi, serta jajaran pejabat dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.
Dalam sambutannya, Dedy menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Almarhum Redi Aprianto. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia telah ditentukan takdirnya oleh Allah SWT, dan wafatnya seseorang bukan hanya karena penyakit, melainkan sudah menjadi ketetapan-Nya.
“Atas nama Pemerintah Kota Bengkulu, kami turut berbelasungkawa atas berpulangnya Almarhum. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, dan diterima segala amal ibadahnya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami berharap diberikan ketabahan dan kekuatan iman dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Dedy.
Dalam rangka memberikan perhatian lebih kepada keluarga yang berduka, Pemerintah Kota Bengkulu melanjutkan program pelayanan sosial yang sebelumnya dikenal dengan program “3 in 1” dan kini diperluas menjadi “4 in 1”. Program ini mencakup pemberian dokumen administrasi kependudukan, seperti akta kematian, kartu keluarga (KK), dan kartu tanda penduduk (KTP) terbaru kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pensiunan yang wafat, diberikan santunan melalui PT Taspen.
Sebagai bagian dari program ini, Walikota Dedy secara simbolis menyerahkan akta kematian, KK, dan KTP terbaru kepada pihak keluarga Almarhum Redi Aprianto. Selain itu, santunan dari PT Taspen juga diberikan langsung oleh Branch Manager Taspen Bengkulu, Dadang Hendrawan.
Program “4 in 1” ini merupakan salah satu bentuk inovasi Pemerintah Kota Bengkulu dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat, terutama dalam situasi duka. Dengan adanya program ini, keluarga yang ditinggalkan tidak perlu lagi mengurus berbagai dokumen administrasi secara terpisah, sehingga dapat lebih fokus dalam menjalani masa berkabung.
Selain menyerahkan dokumen dan santunan, Dedy juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk saat menghadapi musibah. “Kami ingin memastikan bahwa warga Bengkulu tidak merasa sendiri dalam menghadapi duka. Pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Walikota Bengkulu dan jajaran pemerintah dalam acara takziah ini mendapat apresiasi dari keluarga Almarhum dan masyarakat setempat. Mereka merasa terbantu dengan adanya program ini yang mempercepat proses administrasi kependudukan tanpa harus melalui prosedur yang rumit.
Dengan adanya program sosial seperti “4 in 1”, diharapkan semakin banyak warga Bengkulu yang terbantu dan merasakan kepedulian pemerintah dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam suka maupun duka.
Pewarta : Herdianson
Editing : Asi Saputra