TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kepedulian Pemerintah Kota Bengkulu kembali terlihat saat musibah menimpa warganya. Rabu siang (13/8/2025), Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama jajaran Pemerintah Kota dan pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu, mengunjungi rumah dua nelayan asal Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara, yang menjadi korban kapal karam akibat cuaca buruk.
Dua nelayan tersebut, Bambang Sutrisno dan Deki Harianto, mengalami peristiwa naas sehari sebelumnya, Selasa (12/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, keduanya sedang berlayar untuk mengambil jaring di laut. Namun, kondisi cuaca yang tak bersahabat membuat perjalanan mereka berubah menjadi perjuangan hidup. Mesin kapal yang digunakan tiba-tiba rusak ketika berada di tengah laut. Belum sempat mengatasi masalah mesin, ombak besar menghantam kapal hingga terbalik dan tenggelam.
Dalam kondisi panik dan terpukul oleh gelombang, Bambang dan Deki berusaha menyelamatkan diri. Mereka bertahan dengan berpegangan pada jerigen kosong yang mengapung di sekitar lokasi karam. Ombak terus menggiring mereka hingga terhanyut ke perairan Sungai Suci, Kabupaten Bengkulu Tengah. Beruntung, warga sekitar yang melihat kejadian segera mengevakuasi keduanya dan mengantarkan mereka pulang ke rumah di Kelurahan Malabero.
Mendengar kabar tersebut, Walikota Dedy Wahyudi langsung bergerak cepat. Bersama jajaran Pemkot dan Baznas, ia mendatangi kediaman kedua nelayan tersebut untuk memberikan dukungan moril serta bantuan sembako.
“Ini bentuk perhatian kepada warga kita, khususnya para nelayan yang kemarin terdampar dan kapalnya tenggelam. Alhamdulillah keduanya selamat,” kata Dedy saat menyerahkan bantuan.
Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata-mata soal nilai, melainkan wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah. “Tidak besar nilainya, tapi tadi ayah (korban) sudah bilang yang penting ada perhatian. Alhamdulillah, pemerintah hadir, mulai dari pihak kecamatan, kelurahan, hingga kami di tingkat kota,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, Dedy juga mengingatkan agar para nelayan selalu berhati-hati saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Bengkulu. Ia meminta nelayan untuk memperhatikan prakiraan cuaca dan mengutamakan keselamatan.
“Kita berdoa bersama, semoga ke depan tidak ada lagi musibah seperti ini yang menimpa nelayan di Kota Bengkulu. Insya Allah, semua dalam lindungan Allah,” ucapnya.
Sementara itu, Bambang Sutrisno dan Deki Harianto menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah, khususnya Walikota Dedy Wahyudi yang hadir langsung menemui mereka.
“Terima kasih atas perhatiannya. Kami tidak memandang jumlah bantuan yang diberikan, yang terpenting adalah kepedulian dan perhatian dari Pak Walikota dan jajaran yang datang langsung,” ujar keduanya.
Kisah selamatnya Bambang dan Deki menjadi pengingat bahwa keselamatan di laut sangat bergantung pada kewaspadaan dan kesiapan menghadapi cuaca yang cepat berubah. Peristiwa ini juga menjadi peringatan bagi nelayan lain untuk selalu memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar, membawa perlengkapan keselamatan, dan tidak memaksakan diri saat cuaca tidak bersahabat.
Bencana kapal karam akibat cuaca buruk bukan kali pertama terjadi di Bengkulu. Posisi geografis yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia membuat wilayah ini rentan terhadap gelombang tinggi dan angin kencang, terutama pada periode musim angin barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan Bengkulu.
Dengan adanya peristiwa ini, Pemerintah Kota Bengkulu melalui Baznas juga berencana memperkuat koordinasi dengan kelompok nelayan untuk memberikan edukasi keselamatan dan bantuan alat keselamatan seperti pelampung dan radio komunikasi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko korban jiwa jika kejadian serupa terulang di masa mendatang.
Musibah yang dialami Bambang dan Deki berakhir dengan selamatnya mereka kembali ke darat, namun meninggalkan pelajaran berharga. Kepedulian pemerintah, sinergi antarwarga, dan kesiapan menghadapi kondisi alam menjadi kunci keselamatan bagi para nelayan di Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra