Skip to main content

Walikota Dedy Instruksikan OPD Aktif di Media Sosial, Wujudkan Pemerintahan Responsif dan Dekat dengan Warga

Walikota Dedy Instruksikan OPD Aktif di Media Sosial, Wujudkan Pemerintahan Responsif dan Dekat dengan Warga

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu untuk meningkatkan interaksi dengan masyarakat melalui platform media sosial. Menurutnya, di era digital saat ini, keaktifan OPD di ruang virtual bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban agar pelayanan publik berjalan cepat, responsif, dan transparan.

Dalam arahannya pada Jumat (14/11), Dedy menegaskan bahwa media sosial kini menjadi kanal utama masyarakat dalam menyampaikan keluhan, aspirasi, maupun informasi terkait layanan pemerintah. Karena itu, setiap OPD harus memastikan akun resmi mereka selalu aktif dan dikelola secara profesional.

“Ini penting. Saya minta seluruh OPD aktif di media sosial. Terkadang keluhan masyarakat langsung saya balas di sana. Kalau bapak ibu tidak punya atau tidak mengelola medsos, berarti sudah tertinggal dan tidak bisa merespon kondisi terbaru di tengah masyarakat,” tegasnya.

Untuk mempercepat alur respons, Dedy menyampaikan bahwa ia akan menggunakan fitur tag di media sosial untuk menautkan langsung keluhan warga kepada kepala dinas terkait. Dengan cara itu, tidak ada lagi alasan bagi OPD untuk lambat menanggapi aduan atau informasi yang membutuhkan penanganan cepat.

“Medsos di OPD masing-masing harus benar-benar diaktifkan. Termasuk para kepala OPD, wajib punya akun pribadi yang dapat digunakan untuk memantau kondisi di lapangan. Saya akan tag langsung OPD atau kepala OPD bersangkutan jika ada laporan yang masuk,” tambah Dedy.

Selain menyoroti pentingnya keaktifan di media sosial, Walikota juga menekankan perlunya komunikasi cepat antar pimpinan dan kepala OPD melalui jalur pribadi. Ia mengeluhkan masih adanya pejabat yang sulit dihubungi atau lambat merespons pesan.

“HP-nya harus aktif. Bagaimana mungkin saya sebagai pimpinan bisa bertindak cepat kalau bapak ibu dihubungi saja tidak aktif? Di WA pun responnya sangat lambat,” ujar Dedy.

Instruksi ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam menciptakan pola kerja yang adaptif dengan perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat kedekatan pemerintah dengan masyarakat.

Menindaklanjuti arahan Walikota, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Achrawi, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mematangkan Rancangan Acuan Kerja (TOR) untuk pelatihan pengelolaan media sosial bagi seluruh OPD. Pelatihan tersebut akan dirancang berdasarkan empat pilar literasi digital yang dikembangkan Kementerian Kominfo, yakni Kecakapan Digital, Budaya Digital, Etika Digital, dan Keamanan Digital.

“Pelatihan ini penting agar seluruh jajaran OPD mampu mengelola media sosial dengan baik, efektif, beretika, dan tetap aman,” jelas Achrawi.

Selain penyusunan materi pelatihan, Diskominfo juga telah melaksanakan rapat koordinasi untuk memastikan setiap OPD benar-benar memanfaatkan akun media sosialnya secara maksimal. Tidak hanya itu, Kominfo juga menjalankan tugas pemantauan atau patroli rutin terhadap akun resmi milik OPD, kepala OPD, serta seluruh jajaran pemerintah kota.

Patroli digital tersebut dilakukan untuk memastikan informasi program dan kegiatan Pemerintah Kota Bengkulu tersampaikan secara seragam, terstruktur, dan akurat kepada masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga kualitas komunikasi publik agar tetap profesional dan sesuai standar pemerintahan.

Dengan penguatan pemanfaatan media sosial ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap pelayanan publik dapat dilakukan lebih cepat, dekat, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern yang semakin terhubung dengan teknologi digital. 

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra