Skip to main content

Waspada Penipuan Catut Nama Kepala BKPSDM Bengkulu, ASN Diminta Jangan Tergiur Janji Mutasi dan CPNS

ASN Kota Bengkulu diimbau waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan Kepala BKPSDM. Pelaku menjanjikan mutasi dan kuota CPNS palsu dengan meminta sejumlah uang.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya aksi penipuan yang mencatut nama pejabat daerah. Kali ini, modus penipuan dilakukan dengan mengatasnamakan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu, Achrawi.

Aksi tersebut dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menggunakan akun WhatsApp palsu yang memanfaatkan nama serta foto profil Achrawi. Melalui akun tersebut, pelaku menyebarkan informasi menyesatkan terkait mutasi pegawai hingga tawaran kuota Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur tidak resmi atau yang disebut “jalur titipan”.

Kepala BKPSDM Kota Bengkulu, Achrawi, menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar melalui akun tersebut adalah tidak benar dan merupakan bentuk penipuan. Ia memastikan bahwa dirinya tidak pernah mengirimkan pesan atau menawarkan hal-hal terkait mutasi maupun penerimaan CPNS di luar prosedur resmi.

“Kami tegaskan bahwa pesan-pesan tersebut adalah hoaks. Tidak ada kebijakan mutasi atau penerimaan CPNS melalui jalur khusus seperti yang disampaikan oleh oknum tersebut,” ujar Achrawi dalam keterangannya.

Menurutnya, seluruh proses administrasi kepegawaian, termasuk mutasi dan seleksi CPNS, dilakukan secara transparan sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun, apalagi melalui jalur pribadi.

Berdasarkan laporan yang diterima BKPSDM, pelaku menjalankan aksinya dengan memanfaatkan identitas pejabat untuk meyakinkan calon korban. Mereka biasanya menghubungi ASN atau masyarakat melalui pesan WhatsApp maupun media sosial seperti Facebook, kemudian menawarkan kemudahan dalam proses mutasi atau kelulusan CPNS.

Setelah korban percaya, pelaku akan meminta sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi, pengurusan berkas, atau jaminan kelulusan. Tidak sedikit korban yang akhirnya mengalami kerugian akibat tergiur dengan iming-iming tersebut.

Achrawi mengingatkan bahwa praktik seperti ini bukan hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk lebih berhati-hati serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Jika menerima pesan atau telepon dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan pejabat, jangan langsung dipercaya. Pastikan terlebih dahulu kebenarannya melalui saluran resmi,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh informasi resmi terkait kepegawaian hanya disampaikan melalui kanal resmi pemerintah, seperti Media Center Kota Bengkulu atau langsung melalui kantor BKPSDM. Masyarakat disarankan untuk melakukan verifikasi sebelum mengambil keputusan, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang.

Selain itu, masyarakat yang menemukan indikasi penipuan serupa diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti. Langkah ini penting untuk mencegah semakin banyak korban serta memutus rantai kejahatan yang meresahkan.

Fenomena penipuan dengan modus pencatutan nama pejabat memang bukan hal baru. Namun, dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi, pelaku kini lebih mudah menyebarkan informasi palsu dan menjangkau korban secara luas. Oleh sebab itu, literasi digital dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut.

Pemerintah Kota Bengkulu melalui BKPSDM pun berkomitmen untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur kepegawaian yang benar. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi ASN maupun masyarakat yang tertipu oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra