Skip to main content

13 Gerai Koperasi Merah Putih Bengkulu Ditargetkan Beroperasi Maret 2026

13 Gerai Koperasi Merah Putih Bengkulu Ditargetkan Beroperasi Maret 2026

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembangunan 13 gerai Koperasi Merah Putih yang tersebar di sejumlah kelurahan. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperluas akses layanan keuangan yang aman dan terjangkau. Seluruh gerai tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara penuh paling lambat pada Maret 2026.

Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Bengkulu, Nelawati, menyampaikan bahwa pembangunan gerai Koperasi Merah Putih merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat yang menekankan penguatan ekonomi dari tingkat paling bawah, yakni kelurahan. Menurutnya, koperasi tidak hanya diposisikan sebagai lembaga usaha, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Saat ini ada 13 unit gerai yang sedang dalam tahap pembangunan. Secara nasional, target awal operasional memang di akhir Januari, namun untuk Kota Bengkulu kami menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Dengan progres fisik yang ada, kami optimistis seluruhnya dapat berjalan maksimal paling lambat Maret 2026,” ujar Nelawati, Kamis (29/1/26).

Ia menjelaskan, keberadaan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Gerai-gerai tersebut nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Skema ini dirancang agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga, sekaligus menekan laju inflasi di tingkat kelurahan.

Selain menyediakan barang kebutuhan, koperasi ini juga akan membuka layanan simpan pinjam bagi anggota. Fasilitas tersebut menjadi salah satu program utama yang dinilai sangat penting, terutama bagi pelaku usaha mikro dan kecil yang selama ini kesulitan mengakses permodalan di lembaga keuangan formal. Dengan bunga yang lebih rendah dan sistem yang transparan, layanan simpan pinjam diharapkan mampu menjadi solusi permodalan yang sehat.
“Selama ini banyak warga yang terjebak pada pinjaman tidak resmi atau rentenir dengan bunga tinggi. Kehadiran koperasi ini diharapkan bisa menjadi alternatif yang aman, sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat,” tambah Nelawati.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa koperasi juga akan berperan sebagai wadah pemasaran produk lokal. Produk UMKM seperti makanan olahan, kerajinan tangan, hingga hasil pertanian masyarakat setempat dapat dipasarkan langsung melalui gerai koperasi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai etalase ekonomi kreatif warga.
Pemerintah Kota Bengkulu pun mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menjadi anggota koperasi.

Keanggotaan terbuka bagi seluruh warga di wilayah kelurahan masing-masing. Melalui sistem keanggotaan ini, warga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memiliki peran sebagai pemilik koperasi yang ikut menentukan arah pengelolaan usaha.

“Konsep koperasi adalah dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Artinya, keuntungan yang diperoleh nantinya juga akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk sisa hasil usaha,” jelas Nelawati.

Adapun 13 titik lokasi pembangunan gerai Koperasi Merah Putih berada di sejumlah kelurahan strategis, yakni Betungan, Bumi Ayu, Sidomulyo, Teluk Sepang, Kandang Mas, Padang Serai, Sumber Jaya, Bentiring Permai, Beringin Raya, Pematang Gubernur, Pasar Bengkulu, Singaran Pati, Timur Indah, serta Sawah Lebar Baru. Penentuan lokasi tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan potensi ekonomi di masing-masing wilayah.
Dengan pemerataan lokasi, pemerintah berharap manfaat koperasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Bengkulu. Ke depan, jika program ini dinilai berhasil, tidak menutup kemungkinan jumlah gerai akan kembali ditambah di wilayah lain.

Pembangunan Koperasi Merah Putih menjadi salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Tidak hanya berorientasi pada keuntungan, program ini juga membawa misi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan warga, memperkuat solidaritas ekonomi, serta menciptakan sistem usaha yang lebih adil dan mandiri di tingkat lokal.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra