Skip to main content

65 Lansia di Panti Sosial Bengkulu Terima Bantuan dari Baznas

65 Lansia di Panti Sosial Bengkulu Terima Bantuan dari Baznas

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali menegaskan kepeduliannya terhadap kesejahteraan warga lanjut usia (lansia) yang berada di bawah perlindungan panti sosial. Melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pemerintah berupaya memastikan para lansia tetap memperoleh perhatian, rasa aman, serta kehidupan yang lebih layak di masa tua.

Bentuk nyata dari komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan penyaluran bantuan sosial yang dilaksanakan pada Jumat siang (13/2) di Panti Sosial Tresna Werdha, Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Dalam kesempatan itu, para lansia menerima santunan sebagai bagian dari program kepedulian sosial yang bersumber dari dana zakat dan infak masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Ketua Baznas RI Noor Achmad, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni, Ketua Baznas Provinsi Bengkulu Romili bin Ronan, serta Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Khairal Anwar. Kehadiran para pimpinan tersebut menunjukkan bahwa isu kesejahteraan lansia menjadi perhatian serius di tingkat nasional maupun daerah.

Dalam sambutannya, Noor Achmad menekankan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah personal, tetapi juga memiliki peran sosial yang sangat strategis. Menurutnya, dana zakat harus disalurkan secara tepat sasaran untuk membantu kelompok masyarakat yang berada dalam kondisi paling rentan, termasuk para lansia yang hidup tanpa dukungan keluarga.

“Zakat yang dikelola Baznas tidak hanya untuk bantuan sesaat, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat. Lansia menjadi salah satu prioritas karena mereka membutuhkan perhatian khusus,” ujar Noor Achmad di hadapan para tamu undangan.

Sementara itu, Herwan Antoni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong program sosial yang bersifat berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai fasilitator yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan berbagai lembaga sosial.

“Lansia adalah kelompok yang harus kita lindungi bersama. Negara tidak boleh abai terhadap mereka yang sudah mengabdikan hidupnya, namun kini berada dalam kondisi lemah secara fisik maupun ekonomi,” tegas Herwan.

Panti Sosial Tresna Werdha sendiri merupakan unit pelayanan sosial milik pemerintah daerah yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan perawatan bagi lansia terlantar. Panti ini memberikan berbagai layanan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal, hingga pendampingan kesehatan serta aktivitas sosial agar para penghuni tetap merasa produktif.

Saat ini, panti tersebut menampung sekitar 65 orang lansia yang terdiri dari 41 laki-laki dan 24 perempuan. Sebagian besar dari mereka berasal dari latar belakang keluarga tidak mampu, bahkan ada yang sudah tidak memiliki sanak saudara sama sekali.

Salah seorang penghuni bernama Antun mengaku sudah tinggal di panti tersebut selama 14 tahun. Ia merasa kehidupannya jauh lebih terjamin dibandingkan sebelumnya.
“Dulu saya hidup sendiri tanpa pekerjaan tetap. Di sini saya merasa lebih tenang karena ada teman dan pengurus yang peduli,” ungkap Antun dengan mata berbinar.

Selain bantuan materi, kegiatan ini juga diisi dengan dialog singkat antara pejabat dan para penghuni panti. Suasana terlihat hangat dan penuh kekeluargaan, memperlihatkan bahwa perhatian moral sama pentingnya dengan bantuan finansial.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas, diharapkan program kesejahteraan lansia dapat terus diperluas, tidak hanya terbatas pada panti sosial, tetapi juga menjangkau lansia yang tinggal di masyarakat. Dengan demikian, para orang tua dapat menjalani masa tua secara lebih bermartabat, sehat, dan tetap merasa menjadi bagian dari kehidupan sosial.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra