TEROPONGPUBLIK - Penolakan terhadap rencana ekspansi ritel modern Indomaret di Kabupaten Mukomuko terus mendapat dukungan dari masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Ali Bato, seorang warga sekaligus pelaku UMKM dari Kecamatan Pondok Suguh, menegaskan komitmennya untuk berada di barisan terdepan dalam membela keberlangsungan ekonomi pedagang kecil daerah. Ia mengapresiasi langkah aksi dan penolakan yang telah digelorakan oleh pihak-pihak terkait, termasuk aksi yang diinisiasi oleh Frengky Janas.
"Kalau memang perjuangan UMKM harus disampaikan melalui aksi damai, saya siap berada di barisan terdepan ," tegas Ali Bato. Menurutnya, masuknya ritel berjejaring raksasa berpotensi besar mematikan toko kelontong serta warung milik warga lokal.
Ali Bato menekankan pentingnya perlindungan pemerintah daerah terhadap usaha rakyat kecil. "UMKM jangan dikorbankan. Utamakan keberlanjutan ekonomi pedagang kecil lokal daripada memberikan jalan bagi ritel raksasa," tambahnya.
Penolakan ini dipicu oleh kekhawatiran masyarakat bahwa dominasi ritel modern akan menggerus pangsa pasar pedagang tradisional di Kabupaten Mukomuko yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Para pelaku usaha lokal berharap pemerintah daerah mengambil sikap tegas demi melindungi ekosistem UMKM daerah kabupaten Mukomuko.
Pewarta: MTH
Editing: Adi Saputra