TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu dikenal sebagai lembaga yang tak pernah lelah dalam upaya membantu masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan darah. Di balik keberhasilan tersebut, ada seorang sosok yang disebut-sebut sebagai "drakula darah" karena dedikasinya yang luar biasa dalam mengumpulkan darah demi membantu sesama. Sosok tersebut adalah Iryanka Aditya, Bendahara PMI Kota Bengkulu.
Julukan "drakula darah" yang disematkan kepada Iryanka bukanlah tanpa alasan. Ia dikenal sebagai figur yang sangat agresif dan aktif dalam menjalankan tugasnya untuk mengumpulkan darah dari para donor. Bukan hanya sekadar mengumpulkan, Iryanka juga terlibat langsung dalam setiap proses pengumpulan darah, mulai dari sosialisasi hingga memastikan distribusi darah tersebut sampai ke tangan yang membutuhkan.
"Saya merasa ini adalah tanggung jawab moral. Kebutuhan darah di Bengkulu sangat tinggi, dan saya tidak bisa hanya duduk diam melihat banyak nyawa yang bisa terselamatkan dengan satu kantong darah," ungkap Iryanka dengan penuh semangat.
Sebagai Bendahara PMI, Iryanka memiliki peran yang krusial dalam mengatur keuangan dan logistik, tetapi ia tak hanya fokus pada administrasi. Ia sering terjun langsung ke lapangan, menemui para donor, dan bahkan tak jarang ia mendonorkan darahnya sendiri. Sikapnya yang energik dan penuh semangat ini membuatnya dikenal di kalangan masyarakat Bengkulu sebagai seorang yang tak pernah lelah untuk urusan kemanusiaan.
Kebutuhan Darah yang Tinggi di Bengkulu
Bengkulu, seperti banyak wilayah lainnya di Indonesia, seringkali mengalami kekurangan pasokan darah. Permintaan yang tinggi, terutama pada situasi darurat seperti kecelakaan atau pasien yang membutuhkan transfusi rutin, membuat PMI Kota Bengkulu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dalam hal ini, peran Iryanka Aditya sangat vital.
"Satu kantong darah bisa menyelamatkan tiga nyawa. Ini adalah motivasi terbesar saya untuk terus bergerak dan mengajak lebih banyak orang untuk mendonorkan darahnya," kata Iryanka.
Melalui berbagai kegiatan, baik yang dilakukan secara mandiri maupun kolaborasi dengan berbagai pihak, Iryanka dan tim PMI berhasil mengumpulkan stok darah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan di Kota Bengkulu. Tak hanya itu, mereka juga sering kali membantu daerah lain yang sedang mengalami krisis darah.
Perjuangan Tanpa Kenal Lelah
Menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kesulitan mendapatkan donor hingga situasi darurat yang membutuhkan pasokan darah dalam jumlah besar, tidak membuat Iryanka menyerah. Sebaliknya, ia justru semakin termotivasi. Ia sering kali bekerja hingga larut malam, menghubungi calon donor, mengatur logistik, dan memastikan bahwa semua proses berjalan dengan lancar.
"Kita tidak pernah tahu kapan bencana atau kecelakaan akan terjadi, oleh karena itu kita harus selalu siap sedia," jelasnya. "Ini bukan hanya pekerjaan, tetapi juga panggilan hati."
Dedikasi Iryanka dalam pekerjaannya telah memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat Bengkulu. Banyak nyawa yang terselamatkan berkat upayanya yang tak kenal lelah. Bahkan, tak jarang ia mengadakan kampanye donor darah di berbagai lokasi, termasuk di pusat perbelanjaan, kantor-kantor, dan bahkan di ruang publik untuk menarik lebih banyak orang agar berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan ini.
Harapan untuk Masa Depan
Melihat pencapaian yang sudah diraih, Iryanka Aditya tidak lantas berpuas diri. Ia menyadari bahwa pekerjaan ini masih jauh dari kata selesai. "Saya berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya donor darah. Darah bukanlah sesuatu yang bisa diproduksi di pabrik, kita hanya bisa mendapatkannya dari sesama manusia," ungkapnya.
Untuk ke depannya, Iryanka berencana untuk memperluas jangkauan kampanye donor darah di Bengkulu, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah pendonor aktif. Ia juga berkeinginan untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan berbagai organisasi dan instansi, baik di tingkat lokal maupun nasional, untuk memperkuat jaringan distribusi darah.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Iryanka Aditya terus menjadi motor penggerak di balik kesuksesan PMI Kota Bengkulu dalam mengatasi krisis darah. Sosoknya yang tak kenal lelah dan penuh empati ini, menjadikan ia sebagai teladan bagi banyak orang. Di tengah berbagai tantangan, Iryanka tetap optimis bahwa misi kemanusiaan ini akan terus berlanjut dan semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan.
"Drakula darah" bagi sebagian mungkin terdengar menyeramkan, tetapi bagi masyarakat Bengkulu, Iryanka Aditya adalah pahlawan yang sejati.
Pewarta: AMG
Editing : Adi Saputra