Skip to main content

BMA Bengkulu Dukung Rencana Gubernur Jadikan View Tower Tiang Bendera Tertinggi di Indonesia

BMA Bengkulu Dukung Rencana Gubernur Jadikan View Tower Tiang Bendera Tertinggi di Indonesia

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<>>>  Ketua Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu, Drs. H. S. Effendi, M.S., menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang berkeinginan menjadikan View Tower di kawasan Lapangan Merdeka sebagai tiang bendera tertinggi di Indonesia. Menurutnya, gagasan tersebut sangat visioner dan dapat mengangkat citra daerah Bengkulu ke kancah nasional.

“Bagus itu. Kami di BMA sudah dua kali merekomendasikan agar kondisi View Tower dievaluasi, jangan sampai dibiarkan begitu saja dan berpotensi roboh. Tapi kalau dengan wacana Pak Gubernur yang ingin menjadikannya tiang bendera tertinggi di Indonesia, itu luar biasa. Mantaplah,” ujar Effendi, usai menghadiri pertemuan bersama Gubernur di Balai Raya Semarak, Minggu (22/6/2025).

Ia menambahkan bahwa bangunan View Tower yang kini mangkrak dan berisiko bagi keselamatan masyarakat memang sudah sepatutnya mendapatkan perhatian serius. Namun alih-alih dibongkar, pemanfaatan kembali View Tower menjadi ikon kebangsaan justru lebih memberi makna.

“Revitalisasi itu penting. Kalau hanya dibongkar, nilainya hilang. Tapi kalau kita ubah jadi simbol nasional—tiang bendera tertinggi di Indonesia—itu akan memberi nilai tambah dan identitas baru bagi kota ini. Paling tidak, struktur dan pondasinya harus diperkuat, direnovasi besar-besaran,” jelas Effendi.

Selain menyampaikan dukungan terhadap proyek revitalisasi View Tower, BMA juga menyatakan komitmennya dalam mendukung rencana besar lainnya dari Gubernur Helmi Hasan, yakni renovasi kawasan Balai Raya Semarak, termasuk Rumah Adat yang berada dalam kompleks tersebut. Menurut Effendi, langkah tersebut akan memberi dampak positif bagi pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal.

“Kalau kawasan ini dibenahi dan ditata ulang dengan baik, apalagi mengedepankan nilai-nilai adat dan kebudayaan Bengkulu, saya yakin masyarakat akan bangga. Bisa jadi tempat rekreasi, edukasi budaya, bahkan destinasi wisata baru. Kami di BMA sangat mendukung, insya Allah kami akan bersama-sama menyukseskan program ini,” tegasnya.

Effendi menilai bahwa kawasan Balai Raya Semarak memiliki potensi besar untuk dijadikan ruang publik multifungsi yang tidak hanya sekadar tempat upacara atau kegiatan seremonial, tetapi juga bisa menjadi ruang interaksi sosial yang hidup.

“Kalau nanti ada tiang bendera raksasa di sana, lalu ditata seperti alun-alun, tempat orang bisa berkumpul, bersantai, berolahraga, bahkan menggelar acara keagamaan seperti salat Id, itu akan sangat luar biasa. Ini bisa menjadi wajah baru Bengkulu yang lebih terbuka, inklusif, dan berdaya tarik,” ujar Effendi penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh unsur adat dalam mengawal pembangunan yang berbasis pada kearifan lokal. Menurutnya, pembangunan fisik harus tetap selaras dengan nilai-nilai budaya agar tidak kehilangan identitas.

“BMA siap memberikan masukan, mendampingi, bahkan terlibat dalam proses perencanaan dan pengawasan. Jangan sampai ada yang dibangun asal jadi tanpa memperhatikan nilai sejarah atau adat setempat,” ujarnya.

Gagasan monumental menjadikan View Tower sebagai tiang bendera tertinggi di Indonesia tersebut sebelumnya telah dilontarkan oleh Gubernur Helmi Hasan dalam beberapa kesempatan, sebagai bagian dari upaya mengangkat marwah Bengkulu di mata nasional. Selain itu, rencana ini juga diyakini dapat membangkitkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta kebanggaan masyarakat Bengkulu terhadap daerahnya.

Dengan dukungan dari tokoh adat seperti BMA, diharapkan proyek-proyek strategis yang menyentuh ruang publik, budaya, dan identitas lokal ini dapat berjalan lebih efektif, inklusif, dan mendapatkan legitimasi sosial yang kuat.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra