TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah kawasan permukiman warga. Salah satu langkah darurat yang dilakukan adalah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan bagi masyarakat terdampak.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Ardana, mengatakan bahwa dapur umum mulai didirikan pada hari ini sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi banjir yang masih terjadi di beberapa wilayah.
Menurutnya, terdapat tiga titik lokasi yang dipilih untuk pendirian dapur umum agar distribusi bantuan makanan dapat menjangkau warga secara maksimal.
“Untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir, hari ini kami mulai mendirikan dapur umum di tiga lokasi berbeda,” ujar Made saat memberikan keterangan, Senin (6/6/2026).
Adapun tiga titik dapur umum tersebut berada di kawasan Perumahan Korpri, Perumahan Ejuka, serta Kelurahan Rawa Makmur. Ketiga lokasi tersebut dipilih karena menjadi wilayah yang cukup terdampak oleh genangan air sehingga banyak warga membutuhkan bantuan logistik, terutama makanan siap saji.
Mobil Dapur Umum Disiagakan di Perumahan Ejuka
Selain dapur umum yang didirikan secara permanen di beberapa titik, BPBD Kota Bengkulu juga menyiagakan satu unit mobil dapur umum untuk mendukung pelayanan bagi warga yang membutuhkan bantuan makanan.
Mobil dapur umum tersebut direncanakan akan ditempatkan di kawasan Perumahan Ejuka yang berada di Kelurahan Bentiring Permai.
Menurut Made, mobil dapur umum ini akan difungsikan untuk membantu memasok makanan tambahan apabila kebutuhan di lokasi pengungsian meningkat atau jika terdapat warga terdampak di wilayah lain yang membutuhkan bantuan cepat.
“Kami hanya memiliki satu unit mobil dapur umum. Rencananya mobil tersebut akan disiagakan di Perumahan Ejuka untuk mendukung operasional dapur umum yang sudah didirikan,” jelasnya.
Keberadaan mobil dapur umum ini diharapkan mampu mempercepat distribusi makanan kepada warga, khususnya bagi masyarakat yang masih bertahan di rumah masing-masing namun kesulitan memasak akibat banjir.
Pendataan Korban Banjir Masih Berlangsung
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bengkulu, Denny Martin, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendataan terhadap wilayah yang terdampak banjir.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini laporan yang masuk ke BPBD masih bersifat sementara karena tim masih menerima informasi dari berbagai kelurahan.
“Data yang kami miliki saat ini belum sepenuhnya lengkap. Laporan yang masuk baru sebagian hingga tadi malam. Tim masih terus mengumpulkan informasi dari lapangan,” ujar Denny.
Pendataan tersebut penting dilakukan untuk memastikan jumlah warga terdampak, tingkat kerusakan, serta kebutuhan bantuan yang harus disalurkan oleh pemerintah daerah.
Daftar Sementara Wilayah Terdampak Banjir
Berdasarkan laporan awal yang diterima BPBD Kota Bengkulu, terdapat sejumlah wilayah yang dilaporkan mengalami genangan air akibat banjir. Beberapa di antaranya adalah:
- Kelurahan Jalan Gedang
- RT 15 RW 05 Kelurahan Sukamerindu
- Jalan Cempaka, Kelurahan Kebun Beler
- Jalan Merpati 15, Kelurahan Rawa Makmur Permai
- Jalan Merapi 12, Perumahan Pondok Indah A04 RT 04
- Jalan Seruni RT 08 RW 02, Kelurahan Nusa Indah
- Kebun Tebeng, Kecamatan Ratu Agung
- Citarum 4, Kelurahan Lingkar Barat
- Jalan Bhakti Husada 1, Lingkar Barat
- Jalan Rinjani, kawasan Jembatan Kecil
BPBD menyebut jumlah wilayah terdampak kemungkinan masih akan bertambah seiring proses pendataan yang masih berlangsung.
Pemerintah Imbau Warga Tetap Waspada
Pemerintah Kota Bengkulu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika curah hujan tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
BPBD bersama tim gabungan dari berbagai instansi terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan kondisi warga tetap aman serta kebutuhan logistik dapat terpenuhi.
Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak kelurahan atau petugas BPBD jika terjadi genangan air yang membahayakan atau membutuhkan bantuan darurat.
Dengan didirikannya dapur umum dan mobil dapur lapangan, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi sambil menunggu kondisi air surut dan situasi kembali normal.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra