Skip to main content

BPOM Bengkulu Turun Lapangan, Cek Keamanan Takjil Ramadan

BPOM Bengkulu Turun Lapangan, Cek Keamanan Takjil Ramadan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pengawasan terhadap peredaran pangan khususnya jajanan berbuka puasa mulai diperketat. Balai Pengawas Obat dan Makanan di Bengkulu turun langsung ke lapangan guna memastikan takjil yang dijual kepada masyarakat benar-benar aman dan layak konsumsi.

Kegiatan pengawasan tersebut dilaksanakan pada 23 Februari 2026 dengan menyasar dua titik yang dikenal sebagai pusat aktivitas penjualan takjil musiman, yakni kawasan Gedung Balai Buntar serta area depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Kedua lokasi ini setiap sore ramai dipadati pedagang dan warga yang berburu menu berbuka puasa.

Tim pengawas melakukan pemeriksaan langsung terhadap berbagai jenis makanan dan minuman yang dijajakan. Mulai dari aneka kue basah, gorengan, minuman berwarna, hingga makanan olahan lainnya tak luput dari perhatian petugas. Dalam kegiatan itu, sebanyak 28 sampel produk diambil secara acak untuk diuji lebih lanjut.

Pengujian dilakukan menggunakan metode rapid test atau uji cepat di lokasi kegiatan. Metode ini memungkinkan petugas mengetahui secara langsung ada atau tidaknya kandungan bahan berbahaya dalam makanan, seperti formalin, boraks, rhodamin B, maupun zat kimia lain yang dilarang digunakan pada pangan. Langkah ini dinilai efektif untuk memberikan hasil awal secara cepat sekaligus menjadi bentuk edukasi langsung kepada pedagang.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif terhadap bahan berbahaya. Artinya, makanan dan minuman yang diperiksa memenuhi ketentuan keamanan pangan dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Temuan ini menjadi kabar baik, mengingat tingginya kebutuhan takjil selama Ramadan kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan tanpa memperhatikan aspek kesehatan.

Meski hasil pengawasan kali ini tergolong menggembirakan, pihak BPOM menegaskan bahwa pengawasan tidak berhenti pada satu kali kegiatan saja. Pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai titik penjualan takjil lainnya di Kota Bengkulu selama Ramadan berlangsung. Hal ini bertujuan menjaga konsistensi kualitas pangan yang beredar di masyarakat.

Selain melakukan pengujian, petugas juga memberikan pembinaan kepada para pedagang. Edukasi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga cara penyajian makanan. Pedagang diingatkan agar tidak menggunakan bahan tambahan pangan secara berlebihan apalagi memakai zat yang dilarang karena dapat membahayakan kesehatan konsumen.

BPOM juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat sebelum membeli takjil. Konsumen disarankan memperhatikan warna, aroma, dan tekstur makanan. Jika ditemukan warna yang terlalu mencolok atau tidak wajar, bau menyengat, maupun tekstur yang mencurigakan, masyarakat diimbau untuk tidak membelinya. Selain itu, memilih pedagang yang menjaga kebersihan lapak dan peralatan menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu krusial dalam pengawasan pangan karena perputaran produk makanan meningkat signifikan. Tingginya permintaan sering kali mendorong produksi dalam jumlah besar, sehingga potensi kelalaian atau penyalahgunaan bahan berbahaya bisa saja terjadi. Oleh sebab itu, sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat sangat diperlukan.

Dengan adanya pengawasan intensif ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan jajanan takjil di Kota Bengkulu tetap terjaga. BPOM menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan perlindungan kepada konsumen melalui pengawasan, pengujian, serta edukasi berkelanjutan.

Ramadan seharusnya menjadi momen penuh keberkahan dan kebahagiaan, bukan justru menimbulkan risiko kesehatan akibat pangan yang tidak aman. Karena itu, kesadaran bersama untuk menjaga kualitas dan keamanan makanan menjadi kunci utama agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan tenang dan nyaman.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra