TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Pemerintah Kota Bengkulu terus mendorong pembenahan pelayanan administrasi kependudukan agar masyarakat tidak lagi menghadapi proses yang berbelit. Salah satu langkah terbaru dilakukan melalui kolaborasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu dengan Rumah Sakit Tino Galo (RSTG).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memastikan bayi yang baru lahir segera memiliki dokumen kependudukan. Tidak hanya akta kelahiran, keluarga juga mendapatkan dokumen pendukung berupa Kartu Keluarga (KK) yang telah diperbarui serta Kartu Identitas Anak (KIA).
Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan hak setiap anak atas identitas hukum dipenuhi sejak awal kehidupannya.
Dokumen Disiapkan dari Rumah Sakit
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo, mengatakan pelayanan tersebut dilaksanakan setelah pihak RSTG mengajukan permohonan penerbitan dokumen administrasi kependudukan bagi ibu dan bayi yang menjalani proses persalinan di rumah sakit.
Menurutnya, pola pelayanan seperti ini memberikan kemudahan bagi keluarga karena proses pengurusan dokumen dapat dilakukan dengan dukungan fasilitas kesehatan.
“Dokumen yang kita serahkan meliputi akta kelahiran, KK dan KIA. Sebelumnya pihak Rumah Sakit Tino Galo telah menyampaikan permohonan penerbitan dokumen untuk anak maupun ibu yang melahirkan di rumah sakit,” kata Widodo, Senin (7/9/2026).
Setelah dokumen selesai diproses, Dukcapil menyerahkannya melalui jajaran manajemen RSTG. Selanjutnya, dokumen tersebut diberikan kepada keluarga yang menjadi penerima layanan.
Model tersebut menunjukkan bahwa pelayanan administrasi kependudukan tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan. Sebaliknya, pemerintah dapat mendekatkan layanan ke lokasi yang memang menjadi titik kebutuhan masyarakat.
Dorong Integrasi Layanan Kesehatan dan Kependudukan
Widodo menjelaskan, pelayanan di RSTG merupakan langkah awal menuju sistem pelayanan yang lebih luas. Dukcapil Kota Bengkulu bersama Dinas Kesehatan tengah menyiapkan program Baladewa Bayi Lahir.
Program tersebut dirancang untuk mengintegrasikan layanan kesehatan dengan administrasi kependudukan. Dengan pola tersebut, proses kelahiran bayi di fasilitas kesehatan diharapkan dapat langsung terhubung dengan penerbitan dokumen kependudukan.
“Ini merupakan salah satu cikal bakal. Ke depan ada program yang lebih besar, yaitu Baladewa Bayi Lahir,” jelasnya.
Jika mekanisme program dapat diterapkan secara menyeluruh, keluarga tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus sejumlah dokumen secara terpisah. Data kelahiran yang tersedia di fasilitas kesehatan dapat menjadi bagian dari proses awal penerbitan administrasi kependudukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Disiapkan Payung Hukum
Agar program tersebut dapat berjalan secara konsisten, Pemkot Bengkulu tidak hanya menyiapkan mekanisme teknis. Aspek legalitas juga menjadi perhatian.
Dukcapil bersama Dinas Kesehatan saat ini menyusun rancangan aturan yang nantinya menjadi dasar pelaksanaan program. Bentuk regulasi yang disiapkan antara lain Surat Keputusan (SK) Wali Kota maupun Peraturan Wali Kota (Perwal).
Widodo menilai keberadaan payung hukum penting agar setiap tahapan pelayanan memiliki landasan yang jelas.
“Tim Dukcapil dan Dinas Kesehatan sedang merancang peraturannya, baik SK wali kota maupun perwali. Dengan begitu, kegiatan yang kita laksanakan secara hukum mempunyai dasar dan legalitas,” ujarnya.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan arah kebijakan Pemkot Bengkulu dalam membangun pelayanan publik yang lebih terintegrasi.
Ke depan, kolaborasi antara Dukcapil dan fasilitas kesehatan diharapkan tidak berhenti di RSTG. Program Baladewa Bayi Lahir ditargetkan dapat dikembangkan secara bertahap sehingga fasilitas kesehatan lainnya juga mampu memberikan akses layanan administrasi kependudukan bagi keluarga yang baru menyambut kelahiran.
Bagi masyarakat, integrasi tersebut bukan sekadar soal kecepatan memperoleh dokumen. Lebih jauh, langkah ini memastikan setiap anak tercatat secara resmi dan memiliki identitas hukum yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan administrasi pada tahap kehidupan berikutnya.
Pemkot Bengkulu pun menempatkan inovasi pelayanan tersebut sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan publik yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.SEO Title: Dukcapil Bengkulu Jemput Bola, Bayi Lahir Langsung Dapat Akta, KK dan KIA
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra