Oleh : Aminudin
Provinsi Bengkulu bukanlah daerah dengan pertumbuhan
ekonomi besar di Pulau Sumatera. Daerah ini masih kalah jauh dibanding Sumatera Utara, Sumatera Barat maupun dengan provinsi tetangga perbatasan Sumatera Selatan.Hal ini dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang
dihasilkan. Pada tahun 2024, Provinsi Bengkulu mencatatkan PDRB sebesar Rp 103,99 triliun atas dasar harga berlaku dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,62% (yoy).Jika dibandingkan dengan raksasa ekonomi di Pulau Sumatera yakni Provinsi
Sumatera Utara, maka perbandingannya hampir 300%. Sumatera Utara mencatat PDRB sebesar Rp. 295,72 triliun atas dasar harga berlaku dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,10% (yoy).Begitu juga kontribusi PDRB di Pulau Sumatera. PDRB Provinsi Bengkulu hanya
menyumbang sebesar 2,14%. Terkecil di Pulau Sumatera.Kendati demikian, Provinsi Bengkulu bukanlah daerah miskin. Daerah ini
memiliki potensi ekonomi dari sumberdaya alam yang luar biasa. Bengkulu memiliki kekuatan ekonomi dari sektor pertanian, indusri, perdagangan.Daerah ini juga memiliki nilai ekspor yang cukup menjanjikan untuk
mendongkrak neraca pertumbuhan ekonomi daerah.Dengan potensi yang dimiliki ini, tak menutup kemungkian Provinsi Bengkulu bisa menjadi kekuatan ekonomi baru di tengah kekuatan raksasa ekonomi di Pulau Sumatera.Sepintas rasa optimisme itu sangat klise. Mengada-ngada. Bahkan terkesan
sekedar lips service untuk kepentingan politik demi popularitas.Namun angka-angka pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang ditampilkan
bukanlah sekedar setingan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu bahkan mempredikasi ekonomi Bengkulu masih bisa tumbuh secara positif.Saat bincang bersama media dalam kegiatan Capacity Building Wartawan
Ekonomi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong Senin (26/5/2025) Kepala KPwBI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menyakini rasa optimisme itu.Dalam paparannya terkait perkembangan dan oulook perekonomian Bengkulu,
Wahyu menyakini ekonomi Bengkulu bisa bersaing komptetitif di Pulau Sumatera. "Bengkulu punya potensi ekonomi yang besar dan jika bisa dioptimalkan secara maksimal maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bengkulu," katanya.Secara angka-angka, Wahyu memaparkan bahwa ekonomi Provinsi Bengkulu
saat ini dalam trend pertumbuhan. "Lihat saja pada triwulan I tahun 2025 ini. Provinsi Bengkulu berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,84% (yoy). Capaian ini menigkat dibanding periode sebelumnya pada triwulan IV tahun 2024 sebesar 4,62% (yoy)," jelas Wahyu.Capaian ini tentu menjadi sinyal positif bagi Provinsi Bengkulu untuk bersaing
dengan provinsi lain di Pulau Sumatera. Stabilitas ekonomi yang terjaga ini bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi Bengkulu.KPwBI Bengkulu sendiri telah membuat prediksi pertumbuhan ekonomi di
Bengkulu sepanjang tahun 2025. Dimana perekonomian diprediksi tumbuh di kisaran 4,7% - 5,5%.Wahyu mengatakan angka prediksi ini dinilai cukup rasional melihat track
perekonomian di Bengkulu. Menurutnya saat ini track perekonomian Bengkulu yang dicerminkan dalam PDRB dalam fase yang realtif stabil."Pada 2025 ini, KPwBI Bengkulu memproyeksikan ekonomi Bengkulu tumbuh
lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini salah satunya terjadi seiring dengan akselerasi pada kinerja ekspor dan permintaan komoditas ekspor yang tetap kuat," terangnya.Diakui Wahyu bahwa saat ini ekonomi Bengkulu dihadapi pada tantang
eksternal. Seperti kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Selain itu juga ada tantangan domestik yang harus dihadapi Bengkulu untuk terus menggeliatkan perekonomian daerah.Kendati demikian Wahyu optmis Ekonomi Bengkulu masih akan tumbuh
dengan baik. Termasuk di triwulan II tahun 2025 yang sedang di akhir perjalanan."Untuk triwulan II, kami masih meyakini ekonomi Bengkulu akan mengalmi
pertumbuhan yang positif walau sedikit melandai. Hal ini salah satunya
diperngaruhi adanya normalisasi konsumsi rumah tangga pada Ramadha dan
Idul Adha. Namun ada sisi baiknya dimana libur panjang dan pencairan gaji
ke-13 serta perayaan Idul Adha diperkirakan bisa menjaga konsumsi rumah
tangga untuk tetap stabil," bebernya.
Sentimen positif atas laju perekonomian ini memberi keyakinan bahwa Provinsi Bengkulu punya daya saing kuat di Pulau Sumatera. Sudah saatnya Bengkulu tampil dan menjadi pesaing utama dalam peta perekonomian regional di Pulau
Penulis adalah Wartawan teropongpublik.co.id