Skip to main content

Ekomomi Bengkulu di Tengah Raksasa Ekonmi Pulau Sumatera

Wartawan Ekonomi Bengkulu Poto Bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu Usai Melaksanakan Capacity Building di Hotel Spanak Kota Curup,Senin 25 Mei 2025.Poto : Amg/teropongpublik.co.id

Oleh : Aminudin

Provinsi Bengkulu bukanlah daerah dengan pertumbuhan

ekonomi besar di Pulau Sumatera. Daerah ini masih kalah jauh dibanding

Sumatera Utara, Sumatera Barat maupun dengan provinsi tetangga perbatasan

Sumatera Selatan.

Hal ini dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang

dihasilkan. Pada tahun 2024, Provinsi Bengkulu mencatatkan PDRB sebesar Rp

103,99 triliun atas dasar harga berlaku dengan pertumbuhan ekonomi sebesar

4,62% (yoy). 

Jika dibandingkan dengan raksasa ekonomi di Pulau Sumatera yakni Provinsi

Sumatera Utara, maka perbandingannya hampir 300%. Sumatera Utara

mencatat PDRB sebesar Rp. 295,72 triliun atas dasar harga berlaku dengan

pertumbuhan ekonomi sebesar 5,10% (yoy).

Begitu juga kontribusi PDRB di Pulau Sumatera. PDRB Provinsi Bengkulu hanya

menyumbang sebesar 2,14%. Terkecil di Pulau Sumatera.

Kendati demikian, Provinsi Bengkulu bukanlah daerah miskin. Daerah ini

memiliki potensi ekonomi dari sumberdaya alam yang luar biasa. Bengkulu

memiliki kekuatan ekonomi dari sektor pertanian, indusri, perdagangan. 

Daerah ini juga memiliki nilai ekspor yang cukup menjanjikan untuk

mendongkrak neraca pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan potensi yang dimiliki ini, tak menutup kemungkian Provinsi Bengkulu

bisa menjadi kekuatan ekonomi baru di tengah kekuatan raksasa ekonomi di

Pulau Sumatera.

Sepintas rasa optimisme itu sangat klise. Mengada-ngada. Bahkan terkesan

sekedar lips service untuk kepentingan politik demi popularitas. 

Namun angka-angka pertumbuhan ekonomi Bengkulu yang ditampilkan

bukanlah sekedar setingan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi

Bengkulu bahkan mempredikasi ekonomi Bengkulu masih bisa tumbuh secara

positif.

Saat bincang bersama media dalam kegiatan Capacity Building Wartawan

Ekonomi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong Senin (26/5/2025) Kepala

KPwBI Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menyakini rasa optimisme itu.

Dalam paparannya terkait perkembangan dan oulook perekonomian Bengkulu,

Wahyu menyakini ekonomi Bengkulu bisa bersaing komptetitif di Pulau

Sumatera. "Bengkulu punya potensi ekonomi yang besar dan jika bisa

dioptimalkan secara maksimal maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan

ekonomi Bengkulu," katanya.

Secara angka-angka, Wahyu memaparkan bahwa ekonomi Provinsi Bengkulu

saat ini dalam trend pertumbuhan. "Lihat saja pada triwulan I tahun 2025 ini.

Provinsi Bengkulu berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,84%

(yoy). Capaian ini menigkat dibanding periode sebelumnya pada triwulan IV

tahun 2024 sebesar 4,62% (yoy)," jelas Wahyu.

Capaian ini tentu menjadi sinyal positif bagi Provinsi Bengkulu untuk bersaing

dengan provinsi lain di Pulau Sumatera. Stabilitas ekonomi yang terjaga ini

bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi Bengkulu.

KPwBI Bengkulu sendiri telah membuat prediksi pertumbuhan ekonomi di

Bengkulu sepanjang tahun 2025. Dimana perekonomian diprediksi tumbuh di

kisaran 4,7% - 5,5%. 

Wahyu mengatakan angka prediksi ini dinilai cukup rasional melihat track

perekonomian di Bengkulu. Menurutnya saat ini track perekonomian Bengkulu

yang dicerminkan dalam PDRB dalam fase yang realtif stabil. 

"Pada 2025 ini, KPwBI Bengkulu memproyeksikan ekonomi Bengkulu tumbuh

lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini salah satunya

terjadi seiring dengan akselerasi pada kinerja ekspor dan permintaan

komoditas ekspor yang tetap kuat," terangnya.

Diakui Wahyu bahwa saat ini ekonomi Bengkulu dihadapi pada tantang

eksternal. Seperti kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat perang

dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Selain itu juga ada tantangan

domestik yang harus dihadapi Bengkulu untuk terus menggeliatkan

perekonomian daerah.

Kendati demikian Wahyu optmis Ekonomi Bengkulu masih akan tumbuh

dengan baik. Termasuk di triwulan II tahun 2025 yang sedang di akhir

perjalanan.

"Untuk triwulan II, kami masih meyakini ekonomi Bengkulu akan mengalmi 

pertumbuhan yang positif walau sedikit melandai. Hal ini salah satunya 

diperngaruhi adanya normalisasi konsumsi rumah tangga pada Ramadha dan 

Idul Adha. Namun ada sisi baiknya dimana libur panjang dan pencairan gaji 

ke-13 serta perayaan Idul Adha diperkirakan bisa menjaga konsumsi rumah 

tangga untuk tetap stabil," bebernya.

Sentimen positif atas laju perekonomian ini memberi keyakinan bahwa Provinsi Bengkulu punya daya saing kuat di Pulau Sumatera. Sudah saatnya Bengkulu tampil dan menjadi pesaing utama dalam peta perekonomian regional di Pulau 

Penulis adalah Wartawan teropongpublik.co.id