TEROPONGPUBLIK.CO.ID >>><<< Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar ekspos akhir terkait Rancangan Peraturan Presiden (RPerpres) tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara (RTR KPN) di Two K-Azana Hotel, Bengkulu, pada Jumat (9/8). Acara tersebut dibuka oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, yang didampingi oleh Kepala Subdirektorat Perencanaan Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional IV, Kristi Elisabet, serta Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bengkulu, Indra Imanudin.
Dalam sambutannya, Khairil Anwar menegaskan pentingnya RTR KPN dalam menjaga kedaulatan negara, terutama di wilayah perbatasan. Ia menekankan bahwa kawasan perbatasan negara merupakan kawasan strategis nasional yang harus diprioritaskan dalam penataan ruang.
"Kawasan perbatasan negara adalah salah satu kawasan strategis nasional yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kedaulatan, pertahanan, dan keamanan negara. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa penataan ruang di kawasan perbatasan dilakukan dengan cermat dan terencana," ujar Khairil.
Wilayah Provinsi Bengkulu yang terlibat dalam RTR KPN meliputi beberapa kabupaten dan kota, yaitu Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Kaur, Mukomuko, Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu. Kepala Kantor Wilayah BPN Bengkulu, Indra Imanudin, menekankan bahwa RTR KPN ini bertujuan untuk menjaga integritas dan kedaulatan wilayah, terutama di area perbatasan laut.
"RTR KPN ini akan menjadi landasan penting bagi pembangunan yang berkelanjutan di kawasan perbatasan, terutama di perbatasan laut. Wilayah laut lepas di Bengkulu seringkali diabaikan dalam penataan ruang, padahal kawasan ini sangat penting untuk menjaga kedaulatan negara, terutama terkait pulau-pulau kecil yang rentan," jelas Indra.
Indra juga menekankan bahwa penyusunan RTR KPN ini tidak hanya sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertahanan dan keamanan negara di wilayah perbatasan.
Dalam kesempatan yang sama, Kristi Elisabet Lengkong dari Subdirektorat Perencanaan Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional IV juga menyampaikan harapannya agar RTR KPN yang sedang disusun dapat diterapkan dengan efektif. Kristi menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mewujudkan tujuan tersebut.
"Kita semua harus berkolaborasi dan berkontribusi, baik dari pihak BPN, Pemerintah Daerah Provinsi, maupun Lanal, untuk memastikan RTR KPN ini dapat dijalankan dengan baik dan benar-benar mampu menjaga kedaulatan negara," tutur Kristi.
Acara ekspos akhir ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam proses finalisasi RTR KPN, khususnya untuk wilayah Bengkulu. Dengan adanya perencanaan yang matang dan kolaborasi yang solid dari berbagai pihak terkait, RTR KPN diharapkan mampu menjadi instrumen yang efektif dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki potensi strategis tinggi.
Penataan ruang yang baik di kawasan perbatasan ini juga diharapkan dapat mendorong pembangunan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan, mengingat kawasan perbatasan seringkali menjadi daerah yang rentan terhadap berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
Pewarta : Herdianson
Editing : Adi Saputra