Skip to main content

Festival Tabut 2026, Pertunjukan Tradisional Ikan-Ikan Angkat Keindahan Laut Bengkulu dan Kisah Nelayan Pesisir

Pertunjukan tradisional “Ikan-Ikan” yang ditampilkan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu pada Festival Tabut 2026 di Sport Center Pantai Panjang mengangkat kisah nelayan penyelam serta keindahan ikan hias laut khas perairan Bengkulu. (Foto: Istimewa)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Festival Tabut 2026 tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi tentang kekayaan alam laut Bengkulu. Melalui Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, pemerintah daerah kembali menghadirkan pertunjukan seni tradisional bertajuk “Ikan-Ikan” yang dipentaskan di kawasan Sport Center Pantai Panjang dan berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung.

Pementasan tersebut menjadi salah satu atraksi budaya yang menyuguhkan perpaduan antara seni rakyat, kehidupan masyarakat pesisir, serta pesan penting tentang pelestarian ekosistem laut. Dengan konsep yang unik dan interaktif, pertunjukan ini menghadirkan berbagai karakter ikan laut dalam bentuk boneka dan visual kreatif yang menghibur sekaligus mendidik.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian penonton adalah sinopsis permainan rakyat berjudul “Burung-Burung”, sebuah kisah yang terinspirasi dari pengalaman nyata para nelayan penyelam di wilayah pesisir Bengkulu. Cerita tersebut menggambarkan hubungan erat masyarakat nelayan dengan kehidupan bawah laut yang menjadi sumber mata pencaharian mereka sehari-hari.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Nina Nurdin, menjelaskan bahwa pertunjukan “Ikan-Ikan” merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat potensi budaya dan kekayaan bahari Bengkulu kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang datang menyaksikan Festival Tabut.

Menurut Nina, cerita yang ditampilkan dalam permainan rakyat tersebut berasal dari pengalaman para nelayan penyelam lokal yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut, termasuk pencarian ikan hias yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Melalui pertunjukan ini kami ingin memperkenalkan kehidupan masyarakat pesisir sekaligus menunjukkan bahwa Bengkulu memiliki kekayaan laut yang luar biasa. Seni pertunjukan menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam pementasan itu, perhatian penonton juga tertuju pada sosok ikan hias laut yang dikenal masyarakat setempat dengan nama ikan burung-burung. Spesies yang memiliki nama ilmiah Emperor Angelfish tersebut dikenal karena corak tubuhnya yang mencolok dengan kombinasi warna biru dan kuning serta bentuk wajah yang khas.

Bagi para penyelam, ikan ini menjadi salah satu penghuni laut yang paling menarik untuk diamati. Keberadaannya sering ditemukan di kawasan terumbu karang yang masih terjaga dengan baik. Karena itu, ikan burung-burung juga dianggap sebagai salah satu indikator kesehatan ekosistem laut.

Melalui alur cerita yang disampaikan dalam pertunjukan rakyat tersebut, para nelayan mencoba mengajak masyarakat untuk melihat keindahan bawah laut dari sudut pandang mereka. Penonton diajak memahami bagaimana kehidupan laut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat pesisir Bengkulu.

Tak hanya menghibur, pertunjukan ini juga menjadi sarana literasi lingkungan. Visualisasi karakter ikan yang ditampilkan secara atraktif mampu membangun rasa kagum terhadap keberagaman hayati laut sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga habitat alami ikan hias.

Nina menambahkan bahwa seni tradisional dapat menjadi jembatan yang efektif dalam memperkenalkan potensi wisata bahari sekaligus menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada generasi muda.

“Harapannya masyarakat semakin mengenal berbagai jenis ikan hias laut yang hidup di perairan Bengkulu. Dengan mengenal dan memahami keindahannya, akan tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga laut dan terumbu karang sebagai habitatnya,” tambahnya.

Festival Tabut sendiri merupakan agenda budaya tahunan yang selalu menjadi magnet wisata di Bengkulu. Selain menampilkan ritual budaya dan atraksi seni tradisional, festival ini juga menjadi ruang promosi berbagai potensi daerah, mulai dari kuliner, ekonomi kreatif, hingga kekayaan alam.

Melalui pertunjukan “Ikan-Ikan”, Pemerintah Kota Bengkulu berharap pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian laut dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih dekat dan mudah dipahami. Dengan demikian, kemeriahan Festival Tabut tidak hanya meninggalkan kesan hiburan semata, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

Pewarta : Amg

Editing  : Adi Saputra