TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<<>>>> Memasuki bulan Ramadan hingga mendekati perayaan Idul Fitri, aktivitas pengemis musiman kembali meningkat di berbagai sudut strategis Kota Bengkulu. Pemandangan ini terutama terlihat di persimpangan lampu merah, pusat keramaian, hingga kawasan wisata yang ramai dikunjungi warga menjelang waktu berbuka puasa.
Fenomena tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bengkulu. Melalui Dinas Sosial, langkah antisipatif terus dilakukan guna menjaga ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat selama bulan suci. Pemerintah menilai keberadaan pengemis yang sebagian besar merupakan pendatang dari luar daerah berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, bahkan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Abriadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak memberikan uang secara langsung kepada pengemis di jalan. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut bukan tanpa dasar, melainkan telah diatur dalam regulasi daerah yang berlaku.
Menurutnya, aturan yang dimaksud tertuang dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis. Dalam ketentuan tersebut dijelaskan bahwa praktik meminta-minta di ruang publik dilarang dan dapat dikenai sanksi hukum.
“Dalam regulasi itu sudah jelas diatur larangan aktivitas mengemis di jalanan. Sanksinya tidak hanya berlaku bagi pelaku, tetapi juga bagi masyarakat yang dengan sengaja memberikan uang di lokasi terlarang,” ujar Abriadi, Rabu (18/02).
Ia memaparkan, bagi pelaku yang kedapatan mengemis dapat dikenai ancaman kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp1 juta. Sementara itu, warga yang memberi uang di jalanan juga dapat dikenai sanksi administratif berupa denda sebesar Rp100 ribu. Ketentuan ini, kata dia, dibuat sebagai upaya preventif agar praktik tersebut tidak semakin menjamur setiap memasuki momen Ramadan.
Abriadi menjelaskan, peningkatan jumlah pengemis musiman kerap terjadi karena adanya anggapan bahwa bulan Ramadan identik dengan meningkatnya kepedulian sosial dan kedermawanan masyarakat. Kondisi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan dengan cara instan.
“Bersedekah tentu perbuatan baik, apalagi di bulan Ramadan. Namun kami mengimbau agar penyalurannya dilakukan melalui lembaga resmi seperti panti asuhan, badan amil zakat, atau organisasi sosial yang jelas. Dengan begitu, bantuan bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan baru di ruang publik,” tambahnya.
Selain mengganggu ketertiban, keberadaan pengemis di persimpangan jalan juga dinilai berisiko tinggi. Tidak sedikit dari mereka yang mendekati kendaraan saat lampu merah menyala, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Kondisi ini juga memicu kemacetan di beberapa titik yang padat kendaraan.
Pemerintah Kota Bengkulu, lanjut Abriadi, tidak hanya mengedepankan penertiban, tetapi juga pembinaan. Mereka yang terjaring razia akan didata dan diberikan pembinaan agar tidak kembali turun ke jalan. Bagi pendatang dari luar daerah, akan dilakukan koordinasi untuk pemulangan ke daerah asal.
Di sisi lain, keresahan juga disampaikan warga. Oktavia Putri (28), salah satu warga Kota Bengkulu, mengaku cukup terganggu dengan maraknya pengemis musiman, terutama di trotoar dan area pusat perbelanjaan.
“Kadang mereka memaksa atau terus mengikuti pejalan kaki. Padahal kalau dilihat secara fisik, sebagian masih sehat dan sebenarnya bisa bekerja di sektor lain,” ungkapnya.
Ia berharap pemerintah dapat bertindak tegas namun tetap humanis, serta memberikan solusi jangka panjang agar fenomena serupa tidak terus berulang setiap tahun. Menurutnya, upaya penertiban perlu dibarengi dengan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu.
Dengan berbagai langkah yang telah ditempuh, Pemerintah Kota Bengkulu berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Ramadan diharapkan tetap menjadi momen memperbanyak amal dan kepedulian sosial, namun tetap dalam koridor aturan demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan bersama di Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra