TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, bersama Wakil Gubernur Mian, menghadiri Rapat Paripurna ke-III Masa Persidangan ke-II DPRD Provinsi Bengkulu yang digelar pada Jumat (15/8/2025) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bengkulu. Sidang paripurna tersebut mengagendakan penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka pengantar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2026.
Acara berlangsung khidmat dan penuh perhatian. Kehadiran kepala daerah beserta jajaran pejabat provinsi menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk senantiasa mengikuti arah kebijakan nasional. Pidato kenegaraan Presiden yang disampaikan secara serentak di seluruh daerah ini memang menjadi momentum strategis, sebab dari sinilah pemerintah daerah dapat memahami prioritas pembangunan nasional yang akan dijalankan tahun mendatang.
Menyelaraskan Pusat dan Daerah
Dalam keterangannya, Gubernur Helmi Hasan menegaskan pentingnya menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dengan program-program yang sudah disusun pemerintah provinsi. Menurutnya, APBN merupakan instrumen vital yang menentukan arah pembangunan bangsa, sehingga daerah perlu menyesuaikan langkah agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pidato Presiden ini memberikan gambaran jelas mengenai arah pembangunan nasional. Tugas kita di daerah adalah menerjemahkan kebijakan itu ke dalam program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Bengkulu,” ujarnya.
Wakil Gubernur Mian menambahkan, dengan adanya kejelasan mengenai prioritas APBN 2026, pemerintah provinsi dapat lebih matang dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) maupun penyesuaian anggaran di tingkat provinsi. Sinergi pusat dan daerah, kata Mian, menjadi kunci utama agar pembangunan tidak berjalan parsial.
Fokus Pembangunan Nasional
Pidato Presiden RI dalam kesempatan tersebut banyak menyinggung isu strategis nasional, mulai dari penguatan ekonomi, ketahanan pangan, stabilitas energi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah pusat juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan antarwilayah, agar tidak terjadi kesenjangan yang dapat menghambat kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Bagi Bengkulu, pesan ini menjadi relevan. Sebagai provinsi yang sedang gencar mendorong pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata, dan peningkatan sektor pertanian, arahan pemerintah pusat diharapkan dapat menjadi landasan penguatan program.
“Dengan adanya prioritas ketahanan pangan misalnya, Bengkulu yang memiliki lahan pertanian luas bisa mengambil peran besar. Begitu juga dengan pariwisata, kita bisa berkontribusi pada peningkatan devisa negara melalui potensi wisata bahari dan alam,” jelas Helmi Hasan.
Komitmen Membangun Bengkulu
Selain mendengarkan pidato kenegaraan, kehadiran Gubernur dan Wakil Gubernur di DPRD juga memperlihatkan komitmen eksekutif dan legislatif di Bengkulu untuk terus menjaga sinergi dalam pembangunan daerah. Kehadiran mereka di forum resmi tersebut menegaskan bahwa pembangunan membutuhkan dukungan bersama dari semua pihak.
Rapat paripurna ini sekaligus menjadi ruang untuk merefleksikan capaian pembangunan daerah selama ini dan mengidentifikasi apa saja yang perlu diperbaiki ke depan. Dengan demikian, kebijakan nasional tidak hanya sekadar dipahami, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dalam konteks lokal.
Helmi Hasan optimistis bahwa melalui kerja sama yang erat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, Bengkulu mampu bergerak lebih cepat dalam mengejar ketertinggalan. “Kita ingin Bengkulu bukan hanya ikut serta, tetapi juga memberi warna dalam pembangunan nasional,” katanya penuh semangat.
Harapan untuk Masyarakat
Masyarakat Bengkulu diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari kebijakan nasional dan daerah yang dijalankan secara sejalan. Dengan adanya arah pembangunan yang jelas melalui APBN 2026, Helmi Hasan berharap tidak ada lagi program yang tumpang tindih ataupun tidak tepat sasaran.
“Semua yang kita lakukan ini pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan rakyat. Kita ingin masyarakat Bengkulu merasakan peningkatan kualitas hidup, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi,” tutup Gubernur Helmi.
Dengan berakhirnya rapat paripurna tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu kini memiliki bekal penting untuk menyesuaikan rencana kerja daerah dengan visi besar pembangunan nasional. Harapannya, sinergi ini mampu melahirkan program yang efektif, efisien, dan tepat sasaran demi kemajuan Bengkulu serta kontribusi nyata bagi Indonesia secara keseluruhan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra