BENGKULU.TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Kesehatan reproduksi remaja dapat diartikan sebagai kondisi sehat pada sistem, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki remaja, dari fisik, mental, dan sosial kultural. Saat ini, tidak sedikit orang, baik dari kalangan remaja maupun orang dewasa yang masih menganggap tabu akan hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi, sehingga hal tersebut memicu rasa tidak nyaman ketika membahasnya dan akan cenderung untuk menghindari topik-topik semacam itu.
Stigma ini apabila dibiarkan dan tetap berkembang di lingkungan masyarakat akan membuat dampak secara serius pada jangka panjang. Sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, remaja diharapkan mengetahui dan memiliki informasi terkait bagaimana pentingnya kesehatan serta proses reproduksi yang benar. Hal ini bertujuan agar remaja dapat menerapkan pola perilaku sehat, yaitu terhidar dari pernikahan dini, seks pra-nikah atau seks bebas, serta terhindar dari penyalahgunaan NAPZA. Kegiatan tersebut dilakasanakan oleh BKKBH Kabuapten Seluma dan remaja yang ada di Kabupaten Seluma diruangan pemyuluhan KB Kecamatan Srmidang Alas Maras ,Senin 28/03/2022.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, BKKBN Kab Seluma melakukan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi remaja ”Muda Berkarya” Kesehatan reproduksi remaja dapat diartikan sebagai kondisi sehat pada sistem, fungsi, dan proses reproduksi yang dimiliki remaja, dari fisik, mental, dan sosial kultural. Saat ini, tidak sedikit orang, baik dari kalangan remaja maupun orang dewasa yang masih menganggap tabu akan hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi, sehingga hal tersebut memicu rasa tidak nyaman ketika membahasnya dan akan cenderung untuk menghindari topik-topik semacam itu,di jelaskan Eli apriani selaku narasumber kegiatan tersebut.
Eli Aprian juga menambahkan,” Stigma ini apabila dibiarkan dan tetap berkembang di lingkungan masyarakat akan membuat dampak secara serius pada jangka panjang. Sebagai generasi penerus bangsa di masa depan, remaja diharapkan mengetahui dan memiliki informasi terkait bagaimana pentingnya kesehatan serta proses reproduksi yang benar. Hal ini bertujuan agar remaja dapat menerapkan pola perilaku sehat, yaitu terhidar dari pernikahan dini, seks pra-nikah atau seks bebas, serta terhindar dari penyalahgunaan NAPZA,”ta,mbahnya.
Kegiatan penyuluhan ini dihadiri kurang lebih sejumlah 20 peserta dari anggota ”Muda Berkarya”, terdiri dari remaja tengah dan remaja akhir. Para peserta terlihat antusias akan materi-materi yang disampaikan oleh narasumber dan mampu terlibat secara aktif, sehingga kegiatan penyuluhan ini berlangsung dengan sistem dua arah. Tidak hanya materi saja yang disampaikan, tetapi diselingi juga dengan adanya praktek-praktek yang membantu peserta agar lebih memahami hal disampaikan narasumber. Praktek tersebut dilakukan dengan metode learning is fun, yaitu melalui permainan yang mengedukasi. Setelah mendapatkan informasi terkait kesehatan reproduksi tersebut, remaja akan lebih terbantu dalam proses pendewasaan diri dan bagaimana pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.(ENI)