Skip to main content

Bukan Artis, Ini Pahlawan Qurani Indonesia yang Juara di Irak dan Qatar

Bukan Artis, Ini Pahlawan Qurani Indonesia yang Juara di Irak dan Qatar

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Di tengah derasnya arus informasi dan gemerlap dunia hiburan, perhatian publik kerap tersedot pada sensasi dan popularitas semata. Padahal, ada kabar membanggakan yang tak kalah layak menjadi sorotan. Dua putra terbaik bangsa berhasil menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Adalah Zian, qori muda asal Nusa Tenggara Barat, yang sukses meraih juara pertama dalam ajang tilawah internasional di Irak. Di kesempatan berbeda, Najmi Alvaro dari Kalimantan Timur juga mengharumkan nama Indonesia dengan menyabet posisi juara pertama pada kompetisi serupa di Qatar. Capaian ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Prestasi yang mereka raih tentu bukan hasil instan. Ada proses panjang yang dilalui dengan penuh kesungguhan. Latihan rutin, disiplin menjaga kualitas bacaan, memperdalam tajwid dan makharijul huruf, hingga mengasah mental tampil di hadapan dewan juri internasional menjadi bagian dari perjalanan mereka. Di balik keberhasilan tersebut, terselip doa orang tua yang tak pernah putus serta bimbingan para guru yang setia membina sejak usia dini.

Keberhasilan Zian dan Najmi menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global, bukan hanya dalam bidang olahraga atau hiburan, tetapi juga dalam syiar Al-Qur’an. Mereka tampil bukan dengan sorotan lampu panggung hiburan, melainkan dengan cahaya nilai-nilai keimanan yang menyejukkan.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan reflektif. Mengapa capaian luar biasa seperti ini tidak seramai kabar selebritas? Mengapa prestasi di bidang keagamaan sering kali luput dari perbincangan hangat di media sosial? Padahal, kisah perjuangan mereka sarat dengan inspirasi, kerja keras, dan keteladanan.

Sudah sepatutnya masyarakat memberi ruang lebih besar bagi cerita-cerita positif semacam ini. Dengan memviralkan kabar keberhasilan para qori dan qoriah muda, kita turut menanamkan semangat cinta Al-Qur’an kepada generasi berikutnya. Anak-anak Indonesia perlu melihat bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari jumlah pengikut di media sosial atau popularitas di layar kaca, tetapi juga dari kontribusi nyata dan nilai keberkahan yang dibawa.

Keberhasilan di ajang internasional menunjukkan bahwa pembinaan tilawah di Tanah Air berjalan dengan baik. Lembaga pendidikan Al-Qur’an, pesantren, serta para pembina memiliki peran besar dalam melahirkan generasi berprestasi.

Dukungan pemerintah daerah maupun pusat juga menjadi faktor penting dalam membuka akses kompetisi hingga ke tingkat dunia.
Di sisi lain, masyarakat memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem apresiasi. Ketika publik lebih banyak membagikan konten-konten inspiratif tentang prestasi anak bangsa di bidang keagamaan, secara tidak langsung kita sedang membentuk budaya yang menghargai ilmu, akhlak, dan ketekunan.

Zian dan Najmi telah membuktikan bahwa dengan niat tulus dan usaha sungguh-sungguh, anak-anak dari berbagai penjuru Nusantara mampu berdiri sejajar dengan peserta dari negara lain. Mereka membawa nama Indonesia dengan penuh kehormatan, sekaligus memperlihatkan wajah Islam yang damai dan penuh keindahan melalui lantunan ayat suci.

Harapannya, prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya. Semakin banyak anak-anak yang terdorong untuk mempelajari Al-Qur’an dengan serius, memperbaiki bacaan, memahami makna, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada akhirnya, keberhasilan sejati bukan hanya tentang pengakuan dunia, melainkan tentang nilai manfaat yang dirasakan banyak orang.

Semoga semakin tumbuh generasi sholeh dan sholehah yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak. Indonesia membutuhkan lebih banyak kisah inspiratif seperti ini—kisah tentang kerja keras, ketekunan, dan keberkahan yang menuntun pada kemuliaan.(**)
Editing: Adi Saputra