TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Kawasan pusat Kota Bengkulu berubah menjadi pusat perhatian publik pada malam peluncuran sebuah agenda budaya spektakuler yang berhasil menyedot ribuan pengunjung. Dentuman ritmis perkusi khas Bumi Rafflesia menggema kuat, menciptakan atmosfer penuh energi yang langsung menghidupkan suasana. Sebanyak 500 pemain Dhol dari 20 sanggar seni terbaik tampil serempak dalam sebuah pertunjukan kolosal yang disebut-sebut sebagai salah satu atraksi budaya terbesar yang pernah digelar di Kota Bengkulu.
Sejak sore hari, masyarakat dari berbagai penjuru kota mulai memadati area pertunjukan. Antusiasme terlihat jelas dari wajah-wajah pengunjung yang rela berdesakan demi menyaksikan langsung harmoni ratusan alat musik tradisional Dhol dimainkan secara bersamaan. Ketika malam kian larut, tabuhan demi tabuhan mulai terdengar, menyatu dalam irama yang kuat dan menghentak, seakan mengalirkan semangat budaya leluhur kepada setiap pasang mata dan telinga yang hadir.
Pertunjukan Dhol kolosal ini bukan sekadar hiburan, melainkan perayaan identitas budaya Bengkulu. Getaran suara kulit Dhol yang dipukul serentak menciptakan sensasi magis, membangun suasana sakral sekaligus megah. Setiap ketukan terasa menyampaikan pesan tentang kekuatan tradisi yang masih hidup dan terus dijaga oleh generasi masa kini.
Momen paling berkesan terjadi ketika Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, naik ke atas panggung dan ikut menabuh Dhol. Tanpa ragu dan dengan penuh semangat, kedua pimpinan daerah tersebut membaur bersama para seniman. Aksi spontan ini langsung disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari penonton yang memadati lokasi.
Ketukan Dhol dari tangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menyatu harmonis dengan ratusan pemain lainnya. Pemandangan ini menjadi simbol kuat kedekatan pemimpin dengan masyarakat, sekaligus wujud nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian seni dan budaya lokal. Tidak ada sekat antara pejabat dan rakyat; semuanya larut dalam satu irama kebersamaan.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi dan Kota Bengkulu, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran ribuan warga yang membludak menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki daya tarik besar dan mampu menjadi magnet pariwisata daerah jika dikemas secara kreatif dan profesional.
Salah seorang pengunjung, Damril, mengaku terkesan dengan pertunjukan tersebut. Menurutnya, menyaksikan ratusan Dhol dimainkan serentak merupakan pengalaman yang sulit dilupakan. “Ini bukan sekadar soal bunyi, tapi tentang kebersamaan dan identitas kita sebagai orang Bengkulu. Rasanya merinding melihat 500 Dhol ditabuh bersamaan,” ujarnya.
Melalui kesuksesan perhelatan ini, Kota Bengkulu kembali menegaskan jati dirinya sebagai daerah yang konsisten menjaga warisan budaya. Tradisi lokal tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diolah menjadi pertunjukan modern yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Pertunjukan Dhol kolosal ini menjadi bukti bahwa budaya daerah dapat tampil megah, membanggakan, dan relevan dengan zaman.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra