Skip to main content

Dinkes Kota Bengkulu Genjot Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, Ribuan Siswa Jalani Pemeriksaan untuk Deteksi Dini Penyakit

Petugas kesehatan dari Puskesmas Sukamerindu melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap siswa MIN 1 Kota Bengkulu dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mendeteksi dini berbagai gangguan kesehatan anak usia sekolah. Foto: Istimewa.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu terus memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik di seluruh sekolah sebagai upaya mendeteksi berbagai potensi gangguan kesehatan sejak usia dini. Program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak sekaligus memenuhi target nasional yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Pelaksanaan CKG dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh puskesmas di Kota Bengkulu. Pemeriksaan menyasar siswa mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, menjelaskan bahwa sasaran utama program ini adalah peserta didik berusia 7 hingga 15 tahun. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan anak sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan masalah.

"Program ini menyasar seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta. Anak-anak usia sekolah mulai dari 7 tahun hingga sekitar 15 tahun menjadi prioritas pemeriksaan, termasuk siswa di tingkat SMA," ujar Nelli, Kamis (6/8/2026).

Salah satu sekolah yang menjadi fokus pelaksanaan CKG adalah MIN 1 Kota Bengkulu. Sekolah tersebut memiliki jumlah peserta didik yang mencapai lebih dari 2.500 orang sehingga membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan seluruh rangkaian pemeriksaan.

Tim kesehatan dari Puskesmas Sukamerindu diterjunkan secara langsung untuk melakukan pemeriksaan terhadap seluruh siswa mulai dari kelas I hingga kelas VI. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi kondisi fisik, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan mata, kulit, status gizi, hingga berbagai indikator kesehatan lainnya.

Menurut Nelli, pemilihan sekolah dengan jumlah siswa yang besar merupakan strategi untuk mempercepat capaian target CKG sekaligus memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan anak usia sekolah di Kota Bengkulu.

"Dengan jumlah siswa yang besar, kami bisa lebih cepat meningkatkan capaian program sekaligus melakukan pemetaan masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan. Nantinya akan terlihat apakah persoalan yang dominan adalah kesehatan gigi, gangguan kulit, masalah gizi, atau penyakit lainnya," jelasnya.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar penyusunan berbagai program kesehatan yang lebih tepat sasaran. Dinkes berharap data yang diperoleh mampu membantu pemerintah dalam merancang langkah pencegahan maupun penanganan kesehatan anak secara lebih efektif.

Program CKG juga akan dilanjutkan dan diintegrasikan dengan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang berlangsung sepanjang Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut, siswa kelas I, kelas II, dan siswi kelas V akan mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Integrasi kedua program tersebut diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah sekaligus memperkuat upaya pencegahan berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Selain pemeriksaan langsung di sekolah, Dinkes Kota Bengkulu juga terus memantau perkembangan capaian program CKG secara keseluruhan. Hingga awal Agustus 2026, realisasi pemeriksaan kesehatan gratis di Kota Bengkulu telah mendekati 40 persen dari target nasional.

Meski demikian, Dinkes menargetkan capaian tersebut terus meningkat hingga memenuhi target minimal nasional sebesar 46 persen dari jumlah penduduk yang menjadi sasaran.

"Saat ini capaian kita hampir mencapai 40 persen. Namun target nasional masih harus terus dikejar. Karena itu kami akan memaksimalkan pemeriksaan di seluruh wilayah agar target tersebut bisa terpenuhi," kata Nelli.

Di sisi lain, pelaksanaan program sempat menghadapi kendala teknis, terutama pada proses pelaporan hasil pemeriksaan ke dalam aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Nasional. Sejumlah data pemeriksaan telah selesai dilakukan, namun belum seluruhnya masuk ke sistem akibat keterlambatan proses penginputan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Kota Bengkulu telah menginstruksikan seluruh petugas kesehatan di lapangan agar segera memasukkan hasil pemeriksaan ke dalam aplikasi sehingga perkembangan capaian program dapat dipantau secara real time oleh Kementerian Kesehatan.

Nelli menegaskan bahwa percepatan pelaporan menjadi bagian penting dari keberhasilan program karena data yang masuk akan menjadi dasar evaluasi pemerintah pusat dalam melihat perkembangan pelaksanaan CKG di setiap daerah.

Melalui kolaborasi antara sekolah, puskesmas, dan Dinas Kesehatan, Pemerintah Kota Bengkulu optimistis Program Cek Kesehatan Gratis dapat menjangkau seluruh peserta didik sesuai sasaran. Selain meningkatkan capaian nasional, program ini juga diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan siap mendukung pembangunan daerah di masa depan.

Pewarta :  Amg 

Editing : Adi Saputra