Skip to main content

DPMPTSP Kota Bengkulu Perkuat Peluang Investasi Nasional di Forum Bisnis Rakernas APEKSI 2026 Medan

Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu, Sri Putri Yani, S.H., M.M., menghadiri Forum Bisnis dan Investasi dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Kota Medan sebagai upaya memperluas jejaring kerja sama dan mempromosikan potensi investasi Kota Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya tarik investasi daerah. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu, Sri Putri Yani, S.H., M.M., pada Forum Bisnis dan Investasi yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Baru, Rabu (1/7/2026), dihadiri oleh seluruh kepala DPMPTSP dari berbagai pemerintah kota di Indonesia. Sejak pagi hingga sore hari, para peserta mengikuti berbagai sesi diskusi, presentasi, hingga forum jejaring yang bertujuan memperkuat sinergi antardaerah dalam meningkatkan investasi nasional.

Forum tersebut menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemerintah daerah dengan kalangan investor, pelaku usaha, asosiasi bisnis, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui forum ini, setiap daerah memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan potensi unggulan sekaligus menjajaki peluang kerja sama investasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing.

Penyelenggaraan Forum Bisnis dan Investasi oleh APEKSI bersama Pemerintah Kota Medan menjadi salah satu agenda penting dalam Rakernas tahun ini. Selain membahas kebijakan investasi, forum juga difokuskan pada upaya membangun ekosistem investasi yang sehat, kompetitif, serta mampu memberikan kepastian bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah.

Berbagai materi yang disampaikan dalam forum menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik di sektor perizinan. Pemerintah daerah didorong untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui sistem yang cepat, transparan, mudah diakses, serta berbasis digital sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor.

Selain itu, peserta juga berdiskusi mengenai strategi menggali potensi ekonomi lokal agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Potensi di sektor pariwisata, perdagangan, industri kreatif, kelautan, hingga usaha mikro menjadi fokus pembahasan sebagai sektor yang dinilai mampu menarik investasi berkelanjutan.

Kepala DPMPTSP Kota Bengkulu, Sri Putri Yani, mengatakan bahwa kehadiran Pemerintah Kota Bengkulu dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya aktif memperluas jaringan kerja sama sekaligus mengenalkan berbagai peluang investasi yang dimiliki daerah kepada investor nasional maupun pemerintah kota lainnya.

Menurutnya, forum seperti ini memiliki nilai strategis karena menjadi tempat bertukar pengalaman mengenai pengelolaan investasi yang berhasil diterapkan di berbagai daerah. Berbagai praktik terbaik tersebut dapat menjadi referensi bagi Kota Bengkulu dalam meningkatkan kualitas pelayanan investasi sekaligus menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif.

"Forum ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk saling bertukar pengalaman, mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan investasi daerah, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kota Bengkulu," ujar Sri Putri Yani.

Ia menambahkan bahwa investasi memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan daerah. Oleh karena itu, DPMPTSP Kota Bengkulu terus berkomitmen menghadirkan pelayanan perizinan yang profesional, mudah, dan memberikan kepastian kepada para pelaku usaha sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kota Bengkulu.

Melalui partisipasi dalam Rakernas APEKSI ini, Pemerintah Kota Bengkulu juga berharap dapat memperluas kerja sama antardaerah, baik dalam bentuk promosi investasi, pengembangan kawasan ekonomi, maupun kolaborasi program pembangunan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Forum tersebut juga menghasilkan berbagai gagasan mengenai penyusunan roadmap bersama antar pemerintah kota untuk menciptakan daerah yang semakin siap menerima investasi. Roadmap tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat daya saing daerah melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan infrastruktur pendukung, serta penyederhanaan regulasi investasi.

Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan investasi yang semakin kompetitif. Dengan kolaborasi yang kuat, setiap daerah diharapkan mampu menghadirkan investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan.

Keikutsertaan Kota Bengkulu dalam Forum Bisnis dan Investasi Rakernas XVIII APEKSI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Kota Bengkulu sebagai salah satu daerah yang ramah investasi, memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, dan siap menjadi tujuan investasi yang kompetitif di Indonesia.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra