Skip to main content

Kapolda Bengkulu Hadiri Hearing Penambang Batu Bara Sungai, Pemprov Cari Solusi Bersama Masyarakat Bengkulu Tengah

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menghadiri hearing masyarakat pendulang batu bara sungai bersama Wakil Gubernur Bengkulu Mian guna mencari solusi terbaik bagi warga Bengkulu Tengah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Upaya mencari solusi atas persoalan aktivitas pengepul dan pendulang batu bara di aliran sungai Kabupaten Bengkulu Tengah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui dialog terbuka bersama masyarakat. Kegiatan hearing yang berlangsung di Kantor Gubernur Bengkulu tersebut dihadiri langsung Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., serta Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian yang mewakili pemerintah provinsi.

Pertemuan ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, sekaligus harapan terkait aktivitas pengambilan batu bara yang terbawa arus sungai. Selama ini, aktivitas tersebut menjadi sumber penghasilan bagi sebagian warga, namun di sisi lain juga menimbulkan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menegaskan bahwa kehadiran kepolisian dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk mengawal setiap penyelesaian persoalan masyarakat melalui pendekatan dialogis, humanis, dan tetap mengedepankan aturan hukum yang berlaku.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan situasi yang aman sekaligus menghasilkan kebijakan yang dapat diterima oleh semua pihak.

"Kami berharap setiap permasalahan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik. Kepolisian akan terus mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa keadilan bagi masyarakat," ujar Kapolda.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu memahami kondisi ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pendulangan batu bara di sungai. Namun demikian, pemerintah juga harus mempertimbangkan aspek keselamatan, lingkungan, serta ketentuan hukum yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin mengambil kebijakan secara sepihak tanpa mendengar langsung suara masyarakat. Oleh karena itu, hearing tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi sebelum merumuskan langkah terbaik ke depan.

Dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kepastian mengenai aktivitas pendulangan batu bara agar masyarakat tetap dapat memperoleh penghasilan tanpa harus berhadapan dengan persoalan hukum.

Selain itu, warga juga meminta adanya solusi jangka panjang berupa pembinaan, pemberdayaan ekonomi, hingga peluang pekerjaan alternatif apabila nantinya aktivitas pendulangan harus dibatasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Forum hearing berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh keterbukaan. Setiap peserta diberikan kesempatan menyampaikan pendapat, sementara pemerintah dan aparat keamanan mendengarkan seluruh masukan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Kapolda Bengkulu juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan agar proses penyelesaian persoalan dapat berjalan dengan baik.

Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu hasil pembahasan pemerintah terkait solusi yang akan ditempuh.

Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan. Langkah ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang mengakomodasi kepentingan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Melalui forum hearing tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat kembali diperkuat sebagai bentuk komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan secara damai, terbuka, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Dialog seperti ini diharapkan terus menjadi sarana efektif dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Bengkulu Tengah.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra