TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang aman, sehat, dan kompetitif. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperkuat kepatuhan pelaku usaha terhadap berbagai regulasi, mulai dari kewajiban perizinan, pelaporan kegiatan penanaman modal, hingga kepesertaan dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagaraan yang digelar di Aula Hidayah I Kantor Wali Kota Bengkulu, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi itu menjadi forum untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dan para pelaku usaha.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bengkulu, Sri Putri Yani, mengatakan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan memberikan kepastian hukum bagi investor maupun pelaku usaha.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan perizinan berbasis risiko menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan investasi yang kondusif. Selain itu, pemerintah juga aktif melakukan pembinaan agar setiap pelaku usaha memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Pemerintah Kota Bengkulu terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, berdaya saing, dan memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha. Komitmen ini diwujudkan melalui pelayanan perizinan yang semakin baik serta pembinaan kepada para pelaku usaha," ujar Sri Putri Yani.
Ia menjelaskan, target realisasi investasi Kota Bengkulu pada tahun 2026 dipatok sebesar Rp1,5 triliun. Hingga awal Agustus 2026, capaian investasi telah menyentuh angka Rp1.343.488.432.071 atau sekitar 89,57 persen dari target tahunan.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif bahwa kepercayaan investor terhadap Kota Bengkulu terus meningkat. Di sisi lain, tingginya tingkat kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) juga memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan realisasi investasi daerah.
Sri Putri Yani menyebutkan, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus menciptakan kemudahan berusaha tanpa mengabaikan kepatuhan terhadap regulasi.
Selain fokus pada peningkatan nilai investasi, Pemerintah Kota Bengkulu juga memberikan perhatian terhadap perlindungan tenaga kerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, jaminan sosial bagi pekerja bukan hanya menjadi hak yang harus diterima tenaga kerja, tetapi juga merupakan kewajiban perusahaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
Perlindungan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sekaligus memberikan rasa aman bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya.
Karena itu, DPMPTSP Kota Bengkulu berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu menggelar sosialisasi guna meningkatkan pemahaman para pelaku usaha terhadap kewajiban kepesertaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, pelaporan LKPM, serta kepatuhan terhadap perizinan usaha.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap seluruh perusahaan dapat semakin memahami pentingnya perlindungan bagi pekerja sekaligus menjaga kepatuhan administrasi usaha. Dengan demikian, investasi yang masuk ke Kota Bengkulu tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.
"Kami berharap seluruh pelaku usaha semakin memahami pentingnya perlindungan tenaga kerja, semakin patuh dalam menyampaikan LKPM, memenuhi kewajiban perizinan, serta bersama-sama mewujudkan investasi yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tutur Sri Putri Yani.
Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 200 pelaku usaha dari berbagai sektor, di antaranya bidang perumahan, perdagangan, perhotelan, layanan kesehatan, hingga apotek. Kehadiran peserta dari berbagai sektor usaha menunjukkan tingginya antusiasme dunia usaha terhadap upaya pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan regulasi sekaligus memperkuat iklim investasi di daerah.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Bengkulu, BPJS Ketenagakerjaan, dan para pelaku usaha, diharapkan tercipta ekosistem investasi yang semakin sehat, produktif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Kepatuhan terhadap perizinan dan perlindungan tenaga kerja menjadi fondasi penting dalam membangun dunia usaha yang berdaya saing sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bengkulu.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra