Skip to main content

Kegiatan Pelatihan Mendirikan Tenda Oleh Relawan Perlindungan Sosial di Kelurahan Lempuing, Bengkulu

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, AP., MM.Rabu(15/1)(Abas Toni - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pada hari Rabu, 15 Januari 2025, sekitar pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, bertempat di Kelurahan Lempuing, Kota Bengkulu, berlangsung pelatihan mendirikan tenda yang diadakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI). Pelatihan ini dilaksanakan oleh Relawan Perlindungan Sosial (RELINSOS) bersama dengan warga setempat, serta melibatkan Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial dan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TAGANA).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya langkah-langkah awal yang tepat, khususnya dalam penanganan evakuasi, pelatihan mendirikan tenda menjadi salah satu upaya dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat serta relawan. Relawan Perlindungan Sosial yang hadir turut membagikan teknik-teknik dan prosedur dalam mendirikan tenda sebagai tempat penampungan sementara yang sangat dibutuhkan pascabencana.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, AP., MM, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kerja sama antara Pemerintah Kota Bengkulu, Relawan Perlindungan Sosial (RELINSOS), TAGANA, serta warga untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi darurat akibat bencana alam.

“Kegiatan ini bukan hanya soal teknis mendirikan tenda, tetapi juga mengenai kebersamaan dalam mempersiapkan segala sesuatunya agar masyarakat dapat lebih siap saat menghadapi situasi darurat. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan, koordinasi, dan solidaritas antara petugas, relawan, dan warga,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai berbagai jenis tenda yang bisa digunakan di lokasi bencana, cara-cara mendirikan tenda yang tepat dan aman, serta bagaimana mengorganisir ruang evakuasi secara efektif. Para peserta juga didorong untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam menangani bencana secara mandiri di komunitas mereka.

Acara ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat yang turut berpartisipasi aktif dalam pelatihan. Diharapkan, dengan adanya kegiatan ini, ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin kuat, sehingga terjalin kesiapsiagaan yang terkoordinasi dengan baik antara pemerintah dan masyarakat.

Pewarta : Abas Toni

Editing : Adi Saputra