Skip to main content

Meneguhkan Toleransi di Sulut Lewat Khidmatnya Perayaan Hari Pekabaran Injil ke-122 dan HUT ke-122 GMIBM di Kotamobagu

Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib saat melepas balon sebagai pertanda kegiatan ganda GMIBM

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kota Kotamobagu menjadi saksi bisu atas khidmat dan sukacitanya momentum religius akbar tahunan yang digelar di eks Kantor Bupati Bolmong Kotobangon, Kotamobagu, pada Sabtu, (4/7/2026).

Perhelatan regional ini memadukan dua momen bersejarah sekaligus, yakni Hari Pekabaran Injil Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondow (GMIBM) ke-122 dan Hari Ulang Tahun (HUT) GMIBM Bersinode ke-76.

Kehadiran jajaran pemerintah provinsi, unsur Forkopimda, serta para tokoh agama menegaskan betapa strategisnya posisi GMIBM dalam merawat lanskap sosial-keagamaan di Sulawesi Utara.
Menanggapi ditunjuknya Kotamobagu sebagai pusat perayaan, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi yang mendalam. Baginya, mandat sebagai tuan rumah bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan sebuah kepercayaan besar bernilai strategis.

“Kepercayaan ini tentu menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan yang sangat besar bagi kami, pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Kotamobagu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah tunggal untuk mengungkapkan rasa syukur dan sukacita iman atas perjalanan panjang pelayanan GMIBM, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mempererat tali silaturahmi, hubungan persaudaraan, serta memperkokoh pilar-pilar kebersamaan di tengah kemajemukan masyarakat kita,” ungkap Wali Kota.

Dalam pidato resminya, Weny Gaib juga menggarisbawahi peran krusial institusi gereja dan umat Kristiani dalam menopang roda pembangunan daerah. Ia secara terbuka menyatakan bahwa kemajuan Kota Kotamobagu mustahil tercapai secara optimal jika hanya bersandar pada kebijakan fiskal dan program kerja birokrasi semata.

Proses pembangunan pada hakikatnya membutuhkan keterlibatan aktif, dukungan moral-spiritual, serta sinergi yang kokoh dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, Pemerintah Kota menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas konsistensi umat Kristiani yang terus menjaga stabilitas dan menyukseskan berbagai agenda daerah.

Melalui perayaan ulang tahun ini, Wali Kota mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk kembali memantik nilai-nilai luhur bangsa, khususnya semangat gotong royong, demi menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.

Ia meyakini kebersamaan yang terjaga akan membuat setiap program pembangunan bermuara pada kemajuan daerah dan kesejahteraan publik yang konkret. 
Menutup sambutannya, nuansa lokalitas terasa begitu kental saat dr. Weny Gaib menyampaikan selamat datang lewat semboyan adat Bolaang Mongondow, seraya berharap momentum penuh berkat ini meninggalkan dampak spiritualitas yang kuat bagi kemajuan umat untuk terus melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik.
Pewarta: Gusman
Editing: Adi Saputra