TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan di berbagai kabupaten. Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menyampaikan bahwa progres perbaikan jalan provinsi tahun 2025 telah memasuki tahap awal dengan beberapa titik sudah dalam tahap kontrak dan akan segera dikerjakan.
“Saat ini progres perbaikan jalan sudah dalam proses tender. Tiga titik jalan bahkan telah berkontrak, yaitu di Bengkulu Tengah. Di antaranya ruas Simpang Tugu Hiu menuju Tugu Kroya senilai Rp5 miliar, dan ruas Lubuk Sini–Lubuk Durian senilai Rp87 miliar. Pekerjaan konstruksi akan dimulai pada 18 Juni 2025, dan untuk penandaan titik nol akan dilakukan langsung oleh Bapak Gubernur pada 19 Juni,” ujar Tejo dalam keterangan persnya, Selasa (17/6/2025).
Menurut Tejo, perbaikan jalan menjadi prioritas utama Pemprov Bengkulu di tahun ini. Total ada 22 ruas jalan provinsi yang akan diperbaiki. Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, dan Seluma menjadi daerah dengan alokasi terbesar, mengingat tingkat kerusakan jalan di ketiga wilayah tersebut tergolong paling tinggi dibandingkan kabupaten lainnya.
“Penetapan lokasi pembangunan jalan tentu berdasarkan skala prioritas dan tingkat kerusakan. Namun, prinsip keadilan tetap kita jaga. Semua kabupaten akan mendapat porsi perbaikan jalan provinsi,” jelasnya.
Program perbaikan jalan ini merupakan bagian dari target besar Gubernur Bengkulu yang ingin memastikan 95 persen jalan provinsi dalam kondisi baik dalam tiga tahun masa pembangunan. Pada tahun pertama, ditargetkan 75 persen jalan dalam kondisi baik, tahun kedua meningkat menjadi 90 persen, dan tahun ketiga mencapai 95 persen.
“Dengan strategi ini, kami berharap distribusi logistik, aktivitas ekonomi, hingga akses pendidikan dan kesehatan masyarakat semakin lancar. Jalan yang baik adalah fondasi utama pembangunan wilayah,” kata Tejo.
Lebih lanjut, pada tahun kedua pembangunan, Pemprov Bengkulu akan memfokuskan anggaran infrastruktur untuk pembangunan jembatan. Ini menjadi bagian integral dari jaringan transportasi darat yang menghubungkan antarwilayah.
“Total alokasi anggaran infrastruktur tahun ini hampir Rp550 miliar. Di Bengkulu Tengah sendiri dialokasikan sekitar Rp177 miliar. Selanjutnya, Kabupaten Seluma Rp85 miliar, Rejang Lebong Rp114 miliar, Mukomuko Rp12,5 miliar, Bengkulu Utara Rp55 miliar, Lebong Rp50 miliar, Bengkulu Selatan Rp2 miliar, dan Kaur juga Rp12,5 miliar,” rinci Tejo.
Ia menambahkan, pembangunan jembatan sangat krusial terutama di wilayah-wilayah yang memiliki kondisi geografis berbukit dan dilintasi banyak sungai. Oleh karena itu, program ini dipastikan akan meningkatkan konektivitas dan memperkuat sistem transportasi di Provinsi Bengkulu.
Tejo juga menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun lembaga independen. Menurutnya, kualitas jalan dan jembatan yang dibangun harus sesuai dengan standar, karena menyangkut keselamatan dan pelayanan jangka panjang kepada masyarakat.
“Harapan kita, seluruh pekerjaan infrastruktur ini berjalan tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Kami mendorong transparansi, keterlibatan masyarakat, dan evaluasi ketat terhadap setiap progres,” tutup Tejo.
Dengan dimulainya titik nol pembangunan di Bengkulu Tengah, harapan besar tertuju pada percepatan pembangunan jalan dan jembatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Bengkulu. Pemerintah Provinsi optimistis, langkah ini akan memperkuat fondasi pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra