TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting. Wakil Bupati Seluma, Drs. H. Gustianto, didampingi Kepala Dinas DPA3PPKB, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting secara virtual bersama Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, dari ruang rapat Kantor Bupati Seluma, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia. Dalam arahannya, Wapres Gibran menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, agar penanganan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Penurunan angka stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu lembaga. Semua sektor harus bergerak bersama, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat,” ujar Wapres Gibran.
Ia juga mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat basis data keluarga berisiko stunting, memastikan pemantauan tumbuh kembang anak berjalan rutin, serta menjamin akses gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan balita. Dengan data yang akurat, intervensi yang dilakukan dapat tepat sasaran dan memberi dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting nasional.
Selain memperbaiki layanan dasar, Gibran menekankan perlunya inovasi daerah dalam menjalankan program edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Pemerintah daerah didorong untuk menggandeng berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan komunitas lokal, dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik.
“Upaya percepatan penurunan stunting bukan hanya soal intervensi kesehatan, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Seluma Gustianto menyampaikan bahwa Pemkab Seluma telah melakukan berbagai langkah nyata untuk mendukung target nasional menurunkan prevalensi stunting menjadi di bawah 14 persen pada tahun 2024.
“Pemerintah Kabupaten Seluma terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Kami aktif melibatkan camat, kepala desa, dan kader posyandu untuk melakukan deteksi dini dan pendampingan keluarga berisiko stunting,” jelas Gustianto.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Seluma telah menjalankan beberapa program unggulan seperti pemberian makanan tambahan bergizi bagi ibu hamil dan balita, pelatihan bagi kader posyandu, serta penyuluhan mengenai pola makan sehat dan sanitasi lingkungan.
Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menurunkan angka stunting. “Tanpa partisipasi aktif dari masyarakat, seluruh upaya pemerintah tidak akan maksimal. Karena itu, kami terus melakukan sosialisasi agar kesadaran masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Rakornas ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan TP-PKK, BKKBN, Dinas Kesehatan, dan sektor pendidikan dalam mengintegrasikan berbagai program yang bermuara pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Melalui komitmen bersama antara pusat dan daerah, diharapkan angka stunting di Kabupaten Seluma dan Indonesia secara keseluruhan dapat terus menurun secara signifikan, menuju generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra