TEROPONGPUBLIK.XO.ID <<<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi datangnya musim penghujan. Salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah adalah memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, terutama dengan memastikan saluran drainase tidak dipenuhi sampah maupun material yang dapat menghambat aliran air.
Ajakan tersebut disampaikan Pemkot Bengkulu menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai masuknya musim penghujan di wilayah Bengkulu yang diperkirakan berlangsung mulai Oktober 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena peningkatan curah hujan berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Selain genangan dan banjir, wilayah dengan kondisi tertentu juga dapat menghadapi risiko longsor ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengatakan kesiapan menghadapi musim hujan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting karena persoalan lingkungan di tingkat permukiman berkaitan langsung dengan kebiasaan warga sehari-hari.
Ia mengajak masyarakat di setiap RT dan kelurahan untuk kembali menghidupkan kegiatan gotong royong. Pembersihan dapat difokuskan pada lingkungan permukiman, parit, drainase, serta jalur-jalur air yang berpotensi menjadi tempat menumpuknya sampah.
Menurut Anshar, saluran air yang tersumbat dapat memperlambat aliran ketika hujan deras terjadi. Karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum curah hujan meningkat dan menimbulkan persoalan di lapangan.
“Yang kita lakukan membantu, menggerakkan masyarakat dalam kegiatan gotong royong, untuk memfasilitasi misalnya mereka butuh angkutan sampah dan lainnya,” kata Anshar saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya DLH Kota Bengkulu agar kegiatan kebersihan yang dilakukan secara swadaya masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Setelah warga melakukan pembersihan, DLH siap membantu proses pengangkutan sampah yang telah dikumpulkan.
Dengan demikian, sampah hasil kegiatan gotong royong tidak kembali menumpuk di lingkungan warga atau dibuang ke lokasi yang tidak semestinya.
Anshar juga mengingatkan pentingnya perubahan perilaku dalam menjaga kebersihan. Menurutnya, kegiatan bersih-bersih akan sulit memberikan dampak jangka panjang apabila setelahnya masih ada masyarakat yang membuang sampah ke parit, drainase maupun badan air.
Karena itu, keterlibatan warga harus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya membersihkan lingkungan ketika menjelang musim hujan, tetapi juga menjaga agar kawasan yang telah dibersihkan tetap terbebas dari sampah.
Pemkot Bengkulu melihat gerakan gotong royong sebagai salah satu bentuk mitigasi sederhana yang dapat dilakukan masyarakat sebelum potensi cuaca ekstrem meningkat. Upaya tersebut sekaligus dapat memperkuat kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal.
Koordinasi antara pemerintah melalui perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, RT, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjalankan langkah tersebut. Pemerintah dapat memberikan dukungan fasilitas, sementara masyarakat berperan menjaga kebersihan lingkungan secara langsung.
Melalui kolaborasi itu, Pemkot Bengkulu berharap titik-titik yang selama ini berpotensi menimbulkan genangan dapat diantisipasi lebih awal. Kebersihan drainase juga diharapkan membantu memperlancar aliran air ketika hujan turun dalam waktu cukup lama.
Selain membersihkan saluran air, masyarakat diimbau tidak menjadikan drainase sebagai tempat pembuangan sampah. Kesadaran tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko banjir di kawasan perkotaan.
Memasuki periode musim hujan Oktober 2026, Pemkot Bengkulu mendorong seluruh elemen masyarakat untuk tidak menunggu terjadinya banjir baru melakukan penanganan. Pencegahan sejak dari lingkungan terkecil dinilai dapat menjadi langkah awal dalam membangun kota yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Dengan semangat gotong royong, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kebersihan secara bersama-sama sehingga dampak hujan dengan intensitas tinggi dapat ditekan dan lingkungan permukiman tetap aman serta nyaman.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra