Skip to main content

Pemprov Bengkulu Siaga Lebaran, Stok BBM dan Bahan Pokok Dipastikan Aman

Pemprov Bengkulu Siaga Lebaran, Stok BBM dan Bahan Pokok Dipastikan Aman

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<>>>>   Pemerintah Provinsi Bengkulu memperkuat koordinasi lintas lembaga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dengan menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Raya Semarak Bengkulu, Ahad (8/3). Pertemuan ini menjadi forum penting untuk memastikan berbagai sektor strategis tetap terkendali selama Ramadan hingga masa mudik dan perayaan Lebaran.

Rapat tersebut dihadiri unsur pimpinan daerah, aparat keamanan, lembaga vertikal, serta perwakilan instansi terkait. Berbagai isu krusial dibahas, mulai dari keamanan dan ketertiban masyarakat, stabilitas harga kebutuhan pokok, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), hingga kesiapan pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idulfitri di Bengkulu.

Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Inspektur Jenderal Polisi Mardiyono, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif guna menjaga situasi tetap kondusif. Menurutnya, potensi kerawanan yang kerap muncul menjelang Lebaran sudah dipetakan, termasuk lonjakan arus lalu lintas serta meningkatnya aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan.

Ia menjelaskan bahwa titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan maupun peningkatan aktivitas kriminalitas telah diidentifikasi oleh jajaran kepolisian. Oleh karena itu, personel akan disiagakan di sejumlah lokasi strategis guna memastikan keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

“Sejumlah kawasan wisata, jalur mudik, serta pusat keramaian menjadi fokus pengamanan kami. Personel telah disiapkan agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.

Selain aspek keamanan, perhatian juga diberikan pada kondisi ekonomi masyarakat menjelang Lebaran. Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bengkulu mengingatkan pentingnya langkah antisipasi terhadap kemungkinan kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Pemerintah daerah diminta memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pangan agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat. BIN juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), khususnya bagi tenaga non-ASN, agar hak-hak pekerja tetap terpenuhi.

Selain itu, instansi pemerintah diingatkan untuk tetap mematuhi ketentuan mengenai pencegahan gratifikasi selama momentum hari raya.

Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Sumardi dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang Lebaran. Ia menilai pemerintah perlu memastikan distribusi bahan pokok dan energi berjalan lancar agar tidak memicu keresahan masyarakat.

Menurutnya, koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha menjadi kunci untuk menjaga kestabilan pasokan serta harga kebutuhan pokok.

Ia juga menyoroti potensi kemacetan yang kerap terjadi saat arus mudik dan libur Lebaran. Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan penggunaan jalur alternatif yang telah diperbaiki guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama.

Sementara itu, dari sektor energi, Pertamina memastikan pasokan BBM di Provinsi Bengkulu dalam kondisi mencukupi. Berdasarkan data hingga 7 Maret, stok beberapa jenis bahan bakar seperti Pertalite, Pertamax, dan Biosolar masih berada pada tingkat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pasokan energi tersebut terus diperkuat melalui distribusi dari Terminal BBM Pulau Baai. Dengan tambahan suplai yang datang secara berkala, diharapkan tidak terjadi gangguan distribusi selama Ramadan maupun periode mudik Lebaran.

Di sisi lain, kesiapan pelaksanaan ibadah juga menjadi perhatian pemerintah. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Saefudin menyampaikan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan pengurus masjid telah dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan lancar.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya juga telah mengeluarkan edaran terkait besaran zakat fitrah bagi masyarakat. Zakat fitrah ditetapkan setara dengan 2,5 kilogram beras per jiwa atau nilai uang yang disesuaikan dengan harga beras di masing-masing wilayah.

Melalui ketentuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat menunaikan kewajiban zakat fitrah secara tertib dan tepat sasaran.

Menutup rapat koordinasi tersebut, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin memastikan kehadiran nyata di tengah masyarakat selama momentum Idulfitri.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga ingin melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan.

“Lebaran tahun ini kami ingin pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Karena itu, kami memilih turun langsung ke lapangan daripada sekadar menggelar open house di kantor,” ujar Helmi.

Menurutnya, momentum Idulfitri harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik dalam hal kebutuhan dasar, bantuan sosial, maupun kondisi infrastruktur.

Helmi juga memastikan bahwa pemerintah daerah telah mengecek secara langsung kesiapan distribusi BBM bersama Pertamina, mulai dari pasokan melalui kapal hingga transportasi darat menggunakan mobil tangki.

“Distribusi BBM sudah kami cek bersama Pertamina, mulai dari pasokan kapal hingga mobil tangki. InsyaAllah stok BBM di Bengkulu aman hingga setelah Lebaran,” tutupnya.

Pewarta : Harlis Sang Putra 

Editting : Adi Saputra