TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Kopi Bengkulu mulai memperlihatkan tajinya di pasar internasional. Komoditas yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat di kawasan dataran tinggi tersebut kini mendapat kesempatan menembus pasar Eropa melalui ekspor perdana kopi asal Kabupaten Kepahiang ke Italia.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan secara resmi oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. Mian. Momentum ini menjadi penanda bahwa kopi daerah tidak lagi sekadar komoditas perkebunan rakyat, tetapi mulai diarahkan menjadi produk unggulan dengan pasar yang lebih luas.
Menurut Mian, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan bagi daerah untuk berhenti membangun jaringan perdagangan internasional. Kabupaten-kabupaten penghasil kopi di wilayah pegunungan memang tidak memiliki akses laut secara langsung, namun produk yang dihasilkan masyarakat mampu menjangkau konsumen di berbagai negara.
Ia menggambarkan kopi sebagai salah satu produk yang dapat membawa nama Bengkulu keluar dari wilayahnya dan memperkenalkan potensi daerah kepada dunia.
Mian juga menyampaikan penghargaan kepada pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi Bengkulu, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Pertanian yang ikut membangun ekosistem pengembangan kopi dari sektor produksi hingga pemasaran.
Ekspor Bukan Sekadar Seremoni
Wakil Gubernur Bengkulu mengingatkan bahwa ekspor perdana tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Tantangan yang jauh lebih besar adalah memastikan produksi kopi tetap tersedia ketika permintaan pasar internasional meningkat.
Konsistensi menjadi faktor penting dalam perdagangan global. Petani harus mampu menyediakan bahan baku dengan kualitas yang stabil, sementara pemerintah dan pemangku kepentingan perlu memastikan dukungan terhadap perkebunan terus berjalan.
Karena itu, penguatan sektor hulu menjadi perhatian utama. Pemerintah bersama pemerintah pusat mulai mendorong penggunaan bibit unggul untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi rakyat.
Salah satu program yang disiapkan Kementerian Pertanian mencakup pengembangan sekitar 1.300 hektare perkebunan kopi dengan varietas unggul.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga menjaga kualitas biji kopi agar mampu memenuhi standar pembeli internasional.
Mian menegaskan bahwa keberlanjutan harus menjadi dasar dalam pengembangan komoditas tersebut. Menurutnya, kebutuhan pasar hari ini harus diimbangi dengan perencanaan produksi untuk tahun-tahun berikutnya.
Pelabuhan Pulau Baai Didorong Perkuat Ekspor
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menempatkan penguatan infrastruktur sebagai bagian dari strategi pengembangan komoditas ekspor.
Revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai dinilai memiliki arti penting karena keberadaan pelabuhan yang semakin optimal dapat memperkuat konektivitas perdagangan Bengkulu dengan pasar luar negeri.
Mian berharap penguatan jalur perdagangan tersebut nantinya membuat produk Bengkulu lebih mudah dikenal dengan identitas daerah sendiri.
Ia tidak ingin komoditas yang berasal dari Bengkulu justru lebih dikenal menggunakan nama daerah lain ketika sudah masuk rantai perdagangan.
“Jangan sampai Bengkulu punya kopi, tetapi nama daerah lain yang lebih dikenal. Kita ingin Bengkulu punya kopi dan Bengkulu juga punya nama sebagai eksportir,” tegasnya.
Bank Indonesia Bina Petani hingga Temui Buyer Italia
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu turut menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor kopi Kepahiang merupakan hasil proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap.
Pembinaan tersebut mencakup praktik Good Agricultural Practices (GAP), pengelolaan pascapanen, hingga kegiatan cupping untuk mengenali karakter dan mutu kopi.
BI juga memfasilitasi proses business matching antara pelaku usaha kopi dengan calon pembeli dari Italia.
Italia dipilih karena memiliki pasar specialty coffee yang besar. Karakter kopi dari Kepahiang dinilai memiliki potensi untuk diterima konsumen di pasar tersebut.
Ke depan, akses pasar diharapkan tidak berhenti di Italia. Pasar Eropa lainnya juga menjadi sasaran pengembangan berikutnya.
Kopi dan Kelestarian Hutan Harus Berjalan Bersama
Pertumbuhan industri kopi Bengkulu juga diarahkan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pemerintah mendorong masyarakat yang telah mengelola tanaman kopi di kawasan hutan agar tidak melakukan pembukaan lahan baru. Tanaman kopi yang sudah ada dapat dipertahankan dengan menambahkan tanaman pelindung maupun jenis tanaman kehutanan lainnya.
Pola tersebut diharapkan mampu menjaga sumber pendapatan masyarakat sekaligus mempertahankan fungsi ekologis kawasan.
Petani Berharap Pendapatan Meningkat
Bagi petani Kepahiang, ekspor perdana ke Italia menjadi peluang baru untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan.
Harga jual di pasar ekspor yang lebih baik diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Bahkan, peningkatan kesejahteraan petani diproyeksikan dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat apabila rantai produksi dan pasar berjalan secara konsisten.
Ekspor perdana ini pun menjadi momentum penting bagi kopi Kepahiang untuk naik kelas.
Dengan dukungan pemerintah, pembinaan Bank Indonesia, penggunaan bibit unggul, peningkatan kualitas pascapanen, akses buyer internasional, serta penguatan infrastruktur pelabuhan, kopi Bengkulu memiliki peluang untuk semakin dikenal di pasar global.
Bukan hanya menjual biji kopi, langkah tersebut sekaligus menjadi upaya membangun identitas Bengkulu sebagai daerah penghasil sekaligus eksportir kopi berkualitas dari Indonesia.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra